4 Efek Buka Puasa dengan Makan Pedas, Hati-Hati!

PASUNDANEKSPRES.ID - Suka makan pedas saat buka puasa? Wajib banget tahu efek buka puasa dengan makan pedas yang belum kamu tahu.
Bagi sebagian orang, berbuka puasa rasanya belum lengkap tanpa sambal atau makanan pedas.
Sensasi hangat dan menggugah selera membuat banyak orang langsung memilih menu bercita rasa kuat setelah seharian menahan lapar.
Dilansir dari GoodDoctor, cabai yang menjadi bahan utama makanan pedas memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, serat, dan antioksidan.
Selain itu, zat capsaisin dalam cabai dapat meningkatkan nafsu makan. Hal ini bisa terasa membantu setelah tubuh tidak mendapatkan asupan selama berjam-jam.
Tapi, kalau dikonsumsi berlebihan saat perut kosong, makanan pedas justru dapat menimbulkan berbagai keluhan pada tubuh. Ini dia beberapa efek yang perlu kamu waspadai.
Efek Buka Puasa dengan Makan Pedas
Berikut ini adalah beberapa efek yang didapat saat kamu makan pedas waktu berbuka puasa.
1. Memicu Sakit Perut Setelah Berbuka
Perut yang kosong seharian menjadi lebih sensitif terhadap makanan bercita rasa kuat.
Ketika langsung diisi makanan pedas, dinding lambung bisa mengalami iritasi sehingga muncul rasa nyeri atau perih di area perut.
Rasa sakit ini biasanya muncul di bagian tengah perut, antara tulang rusuk dan panggul.
Selain nyeri, beberapa orang juga mengalami kembung, mual, atau sensasi panas di perut.
Kalau hal ini terjadi, sebaiknya hentikan konsumsi makanan pedas terlebih dahulu dan pilih makanan yang lebih mudah dicerna, seperti pisang atau sup hangat.
Minum air putih yang cukup juga membantu menenangkan sistem pencernaan.
2. Menimbulkan Sensasi Nyeri di Dada
Beberapa orang mengalami rasa tidak nyaman di dada setelah makan pedas saat berbuka.
Sensasinya bisa terasa seperti ditekan, diremas, atau panas menjalar ke arah tenggorokan.
Kondisi ini sering berkaitan dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Saat perut kosong langsung diisi makanan pedas, produksi asam lambung bisa meningkat dan menyebabkan iritasi.
Kalau keluhan ini sering terjadi, ada baiknya mengurangi makanan pedas saat berbuka dan memulai makan dengan menu yang lebih ringan seperti kurma, air putih, atau makanan berkuah hangat.
3. Dapat Memicu Sakit Kepala atau Migrain
Makanan pedas pada sebagian orang dapat memicu sakit kepala, terutama jenis migrain.
Gejalanya bisa berupa nyeri berdenyut, tekanan di kepala, atau sensasi tajam yang mengganggu aktivitas.
Migrain yang dipicu makanan biasanya berlangsung beberapa jam, bahkan bisa sampai berhari-hari pada kondisi tertentu.
Keluhan ini sering disertai sensitivitas terhadap cahaya terang, suara keras, atau bau menyengat.
Kalau kamu sering mengalami sakit kepala setelah makan pedas saat berbuka, sebaiknya batasi konsumsi cabai dan perhatikan pola makan agar tubuh tidak terlalu “kaget” setelah berpuasa.
4. Memperparah Gejala Maag
Maag merupakan salah satu gangguan lambung yang cukup banyak dialami masyarakat Indonesia.
Pada kondisi lambung sensitif, makanan pedas bisa memperparah gejala seperti:
- Nyeri ulu hati
- Perut terasa panas
- Mual atau muntah
- Cepat kenyang
- Perut kembung
Kalau maag sudah disertai gejala berat seperti kesulitan menelan atau penurunan berat badan, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Itulah mengenai beberapa efek buka puasa dengan makan pedas. Makanan pedas memang menggugah selera dan bisa membuat momen berbuka terasa lebih nikmat.
Tapi, kalau dikonsumsi berlebihan saat perut kosong, efeknya bisa memicu sakit perut, nyeri dada, sakit kepala, hingga memperparah maag.
(ipa)
