6 Cara Qadha Puasa Ramadhan yang Benar, Cek di Sini!

PASUNDANEKSPRES.ID - Begini cara qadha puasa Ramadhan yang benar. Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.
Namun, Islam juga sangat memahami kondisi umatnya. Karena itu, orang yang sakit, sedang bepergian jauh, hamil, menyusui, atau memiliki uzur tertentu diperbolehkan tidak berpuasa.
Meski demikian, puasa yang ditinggalkan tetap menjadi utang ibadah yang harus dibayar.
Cara membayarnya adalah dengan qadha puasa Ramadhan di hari lain setelah bulan Ramadhan berakhir. Agar ibadah ini sah dan bernilai pahala, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami.
Pengertian Qadha Puasa Ramadhan
Qadha puasa Ramadhan adalah mengganti puasa wajib yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan dengan berpuasa di hari lain setelah Ramadhan berakhir.
Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja yang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan yang dibenarkan syariat dan masih memiliki kemampuan untuk menggantinya.
Qadha puasa Ramadhan sebaiknya diselesaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Menyegerakan qadha puasa lebih utama dibanding menundanya tanpa alasan yang jelas.
Cara Qadha Puasa Ramadhan
Ini dia beberapa cara untuk melakukan qadha puasa Ramadhan yang wajib kamu tahu.
1. Menentukan Hari Puasa Qadha
Pilih hari di luar bulan Ramadhan dan bukan pada hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari tasyrik.
2. Melafalkan Niat di Malam Hari
Pastikan niat qadha puasa sudah ditetapkan sejak malam hari sebelum subuh. Niat ini menjadi pembeda utama antara puasa qadha dan puasa sunnah.
Niat merupakan syarat sah puasa, termasuk puasa qadha. Niat dilakukan untuk membedakan antara puasa wajib dan puasa sunnah. Niat qadha puasa Ramadhan boleh diucapkan dalam hati, namun melafalkannya dengan lisan dianjurkan agar lebih mantap.
Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat harus dilakukan sebelum terbit fajar atau sebelum waktu imsak. Berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniatkan di siang hari, puasa qadha tidak sah jika niat dilakukan setelah fajar.
3. Makan Sahur
Sahur memang tidak wajib, tapi sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan membantu menjaga stamina selama berpuasa. Sahur juga merupakan sunnah Rasulullah SAW.
4. Menjaga Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Selama menjalankan puasa qadha, hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami istri di siang hari, serta perbuatan lain yang merusak pahala puasa seperti berkata kasar dan berbuat maksiat.
5. Menjaga Akhlak dan Memperbanyak Amalan
Puasa qadha hendaknya diiringi dengan peningkatan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, bersedekah, dan menjaga lisan serta perilaku.
Dengan demikian, puasa qadha tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
6. Berbuka Puasa dengan Doa
Saat berbuka, dianjurkan membaca doa berikut:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu. Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”
Nah, itulah mengenai cara qadha puasa Ramadhan yang benar. Qadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan bagi Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur.
Menyegerakan qadha puasa adalah pilihan terbaik agar kewajiban segera tertunaikan dan tidak menjadi beban di kemudian hari.
(ipa)
