Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Berapa Hari Sekali Sebaiknya Keramas yang Ideal? Ini Penjelasannya

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|15:38 WIB
Bagikan:
Berapa Hari Sekali Sebaiknya Keramas yang Ideal? Ini Penjelasannya
Frekuensi keramas berapa hari sekali dalam seminggu sering menjadi pertanyaan banyak orang. (Foto: Freepik)

PASUNDANEKSPRES.ID - Frekuensi keramas berapa hari sekali dalam seminggu sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pada kesehatan rambut.

Kegiatan membersihkan badan atau mandi tidak lengkap rasanya jika tidak keramas dengan cara membilas kulit kepala dan rambut dengan sampo yang kemudian rambut dibilas dengan air hingga bersih.

Keramas merupakan bagian penting dari perawatan rambut yang sering dianggap sepele. Padahal, frekuensi keramas dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan kondisi rambut secara keseluruhan. 

Banyak orang bertanya-tanya, berapa hari sekali keramas yang ideal agar rambut tetap bersih tanpa kehilangan kelembapan alaminya.

Pada dasarnya, tidak ada aturan mutlak mengenai berapa hari sekali keramas yang ideal untuk semua orang. 

Ada yang merasa rambutnya cepat lepek sehingga perlu keramas setiap hari, sementara yang lain justru mengalami rambut kering apabila terlalu sering keramas. 

Oleh sebab itu, memahami kondisi rambut dan kulit kepala menjadi langkah penting agar kebiasaan keramas memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan rambut.

Untuk mengetahui informasi ini, berikut penjelasan tentang berapa hari sekali keramas yang ideal untuk kesehatan rambut yang optimal.

Berapa Hari Sekali Sebaiknya Keramas yang Ideal?

Keramas bertujuan untuk membersihkan minyak, debu, keringat, serta sisa produk perawatan yang menumpuk di kulit kepala. 

Jika seseorang jarang keramas, kulit kepala bisa menjadi berminyak dan memicu ketombe maupun rasa gatal. 

Sebaliknya, keramas terlalu sering juga dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, mudah patah, dan tampak kusam.

Frekuensi keramas yang ideal umumnya dipengaruhi oleh jenis rambut. Bagi yang memiliki rambut berminyak biasanya membutuhkan keramas lebih sering, sekitar satu hingga dua hari sekali. 

Produksi minyak berlebih pada kulit kepala membuat rambut lebih cepat terlihat lepek dan kotor. Dengan keramas secara teratur, kondisi kulit kepala dapat tetap bersih dan nyaman.

Sementara itu, pemilik rambut normal cenderung lebih fleksibel dalam menentukan jadwal keramas. 

Pada kondisi ini, keramas dua hingga tiga kali seminggu biasanya sudah cukup untuk menjaga kebersihan rambut tanpa membuatnya kehilangan kelembapan alami. Rambut tetap terasa segar, sehat, dan mudah diatur.

Berbeda lagi dengan rambut kering atau rambut keriting. Jenis rambut ini umumnya tidak memproduksi minyak sebanyak rambut lurus dan berminyak. 

Oleh karena itu, terlalu sering keramas justru dapat membuat rambut semakin kering dan sulit diatur. 

Bagi pemilik rambut kering disarankan untuk keramas sekitar dua kali seminggu agar kelembapan alami rambut tetap terjaga.

Selain jenis rambut, aktivitas sehari-hari juga memengaruhi kebutuhan keramas. Orang yang sering berolahraga atau bekerja di lingkungan panas dan berdebu mungkin perlu keramas lebih sering karena kulit kepala lebih mudah berkeringat. 

Keringat yang menumpuk dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan memicu bau pada rambut. Dalam kondisi seperti ini, keramas membantu menjaga kebersihan serta kesehatan kulit kepala.

Meski demikian, penting untuk memperhatikan cara keramas yang benar. Banyak orang fokus pada frekuensi keramas, tetapi melupakan tekniknya. 

Saat keramas, gunakan sampo secukupnya dan pijat kulit kepala secara lembut agar kotoran terangkat dengan baik. 

Hindari menggosok rambut terlalu keras karena dapat merusak kutikula rambut. Setelah itu, bilas hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa sampo yang tertinggal.

(inm)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional7 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta7 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang8 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang8 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga9 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional9 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle9 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang9 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle10 jam lalu