Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Fakta di Balik Sunnah Makan Kurma Jumlah Ganjil Saat Sahur dan Berbuka

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|14:50 WIB
Bagikan:
Fakta di Balik Sunnah Makan Kurma Jumlah Ganjil Saat Sahur dan Berbuka
Gambar: Buah kurma jumlah ganjil. (Sumber: NaylArt/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Makan kurma jumlah ganjil menjadi kebiasaan yang sering dilakukan umat Islam, terutama saat berbuka puasa dan sahur.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan masyarakat Timur Tengah, melainkan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki dasar kuat dalam hadits.

Kurma dipilih karena mudah dicerna, cepat mengembalikan energi, dan juga memiliki nilai keberkahan yang disebutkan dalam banyak riwayat. 

Anjuran berbuka menggunakan kurma dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

"Jika salah satu di antara kalian ingin berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma, jika tidak ada maka cukup dengan air, karena air itu bersih dan mensucikan." (HR Imam Lima, dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Hadits ini menunjukkan bahwa kurma menjadi pilihan utama saat berbuka.

Selain praktis, kurma memberikan asupan energi secara cepat setelah tubuh menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Fakta di Balik Sunnah Makan Kurma Jumlah Ganjil

Yuk, simak fakta lengkapnya!

1. Kebiasaan Rasulullah SAW Makan Kurma Jumlah Ganjil

Makan kurma jumlah ganjil merupakan bagian dari kebiasaan Rasulullah SAW yang diriwayatkan para sahabat. Dalam hadits shahih, Anas bin Malik menjelaskan kebiasaan Nabi saat hari raya:

"Pada hari raya Rasulullah SAW tidak berangkat untuk melaksanakan salat hingga beliau makan beberapa butir kurma. Anas berkata: 'Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil'." (HR Shahih Al-Bukhari No. 953)

Jumlah ganjil seperti satu, tiga, lima, tujuh, atau sembilan bukan dipilih tanpa alasan. Rasulullah SAW dikenal menyukai bilangan ganjil, sebagaimana konsep keesaan Allah yang juga bersifat ganjil (Witr).

Kebiasaan ini kemudian diikuti para sahabat dan menjadi sunnah yang terus diamalkan hingga sekarang.

Makan kurma jumlah ganjil juga menjadi cara sederhana untuk memulai ibadah dengan mengikuti teladan Nabi.

Praktik ini tidak hanya dilakukan saat Idul Fitri, tetapi juga saat sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadan.

2. Keutamaan Kurma Ajwa dan Perlindungan dari Bahaya

Keistimewaan kurma, terutama kurma Ajwa, disebutkan dalam beberapa hadits. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir." (HR Bukhari dan Muslim, dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

Riwayat lain juga menegaskan keutamaan kurma Ajwa:

"Kurma ajwa itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun." (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadits ini menunjukkan bahwa kurma bukan hanya makanan biasa, tetapi memiliki nilai khusus dalam ajaran Islam.
Selain itu, kandungan gula alami, serat, dan mineral menjadikan kurma efektif membantu tubuh memulihkan energi setelah berpuasa.

3. Sunnah Sahur Menggunakan Kurma

Makan kurma jumlah ganjil juga dianjurkan saat sahur. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah tamar (kurma kering)." (HR Abu Dawud)

Hadits ini menegaskan bahwa kurma tidak hanya dianjurkan saat berbuka, tetapi juga saat sahur. Kurma memberikan energi yang cukup untuk menjalani puasa, bahkan dalam jumlah sedikit.

Sahur tetap dianggap sah meskipun hanya mengonsumsi beberapa butir kurma atau air, tetapi kurma memiliki keutamaan tersendiri karena keberkahannya.

4. Hikmah Mengamalkan Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari

Makan kurma jumlah ganjil bukan hanya soal mengikuti tradisi, tetapi juga bentuk meneladani Rasulullah SAW dalam hal sederhana.

Kebiasaan ini mengajarkan bahwa ibadah tidak selalu berupa amalan besar, tetapi juga tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kurma memberikan manfaat kesehatan sekaligus nilai ibadah.

Makan kurma jumlah ganjir saat sahur dan berbuka membantu menjaga energi tubuh dan menjadi bentuk menghidupkan sunnah.

Kebiasaan ini terus diamalkan umat Islam di berbagai belahan dunia hingga sekarang.

(pm)

Berita Terbaru

Hylo Open 2026 Jadi Penutup Tur Eropa Leg Kedua, Indonesia Tanpa Wakil di WS

Hylo Open 2026 Jadi Penutup Tur Eropa Leg Kedua, Indonesia Tanpa Wakil di WS

Olahraga56 menit lalu
Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Nasional1 jam lalu
Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional2 jam lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional3 jam lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional4 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional4 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga5 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional5 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang5 jam lalu