Film Ghost in the Cell Pakai Lagu Cicak-cicak di Dinding, Ini Penjelasan Jokan

PASUNDANEKSPRES.ID - Trailer film Ghost in the Cell mengahdirkan sejumlah detail yang langsung menarik perhatian, salah satunya penggunaan lagu Cicak-cicak di Dinging di film tersebut.
Lagu anak-anak yang biasanya terdengar ringan ini justru muncul dalam versi yang lebih lambat dan bernuansa gelap!
Pilihan ini disebutkan terasa konras dengan ingatan banyak orang terhadap lagu aslinya, sekaligus memperkuat kesat misterius yang dibangun sejak cuplikan pertama.
Penggunaan lagu klasik ciptaan AT Mahmud itu bukan sekadar elemen suara latar. Lagu tersebut menjadi bagian dari cara film membangun suasana sekaligus memberi petunjuk tentang karakter dan ancaman yang ada di dalam cerita.
Aransemen yang diubah membuat lagu yang familiar terasa asing, selaras dengan dunia penjara fiktif Labuan Angsana yang menjadi pusat cerita.
Sudah dengar?
Makna Lagu Cicak-Cicak di Dinding di Film Ghost in the Cell
Lantas, apa makna di balik penggunaan lagu tersebut?
Pemilihan lagu cicak-cicak di dinding di film Ghost in the Cell berkaitan langsung dengan sifat entitas hantu yang muncul dalam cerita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa perilaku sosok tersebut menyerupai cicak yang menempel di dinding—diam, sulit terlihat, tetapi selalu mengawasi.
Cicak dikenal mampu bergerak tanpa suara dan muncul tiba-tiba dari sudut tersembunyi. Karakteristik itu menjadi gambaran visual yang sesuai untuk sosok hantu di film ini.
Lirik sederhana dari lagu tersebut memberi makna tambahan, bukan hanya sebagai elemen nostalgia, tetapi juga simbol keberadaan sesuatu yang mengintai.
Penggunaan lagu yang sudah dikenal luas juga memberi efek emosional tersendiri.
Penonton tidak hanya merasakan ketegangan dari visual, tetapi juga dari perubahan suasana lagu yang biasanya identik dengan masa kecil.
Lagu Cicak-Cicak di Dinding di Film Jadi Pilihan yang Relevan dengan Cerita
Alasan lain penggunaan lagu cicak-cicak di dinding di film ini muncul dari kebutuhan kreatif yang sesuai dengan tema cerita.
Joko Anwar sempat menyampaikan bahwa tidak ada lagu populer yang secara langsung berkaitan dengan tokek, padahal tokek menjadi simbol penting dalam narasi film.
Karakter Tokek diperankan oleh Aming Sugandhi dan digambarkan sebagai narapidana yang memiliki pengaruh besar di dalam penjara Labuan Angsana.
Sosok ini menjadi bagian penting dari dinamika kekuasaan sekaligus elemen yang memperkuat nuansa misteri.
Film Ghost in the Cell melibatkan total 23 karakter utama yang saling terhubung dalam alur cerita.
Setiap karakter memiliki fungsi tertentu dalam mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik penjara tersebut.
Siap tayang di bioskop 16 April 2026!
(pm)
