Film Monster Pabrik Rambut Tampilkan Horor Unik dan OST Menarik

PASUNDANEKSPRES.ID - Film horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat Monster Pabrik Rambut. Ceritanya tidak hanya membangun ketegangan, tetapi juga menyisipkan isu kehidupan yang dekat dengan keseharian, terutama soal pekerjaan dan tekanan hidup.
Bukan sekadar kisah seram, film ini membawa pendekatan cerita yang lebih dalam, menyentuh isu keluarga, tekanan hidup, hingga lingkungan kerja yang penuh misteri.
Film ini juga menghadirkan kolaborasi kreatif antara Edwin dan Eka Kurniawan, yang sebelumnya sukses lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021).
Sinopsis Monster Pabrik Rambut (2026)
Monster Pabrik Rambut berfokus pada Putri yang diperankan Rachel Amanda. Kehidupannya berubah setelah sang ibu meninggal secara misterius usai bekerja di sebuah pabrik rambut milik Maryati.
Pihak pabrik menyebut kematian tersebut sebagai akibat kelelahan, namun kebenaran di balik kejadian itu mulai dipertanyakan.
Monster Pabrik Rambut kemudian berkembang menjadi kisah yang lebih gelap saat Ida (Lutesha), adik Putri, memutuskan bekerja di pabrik tersebut untuk mencari jawaban.
Suasana pabrik yang dingin dan penuh ketegangan menjadi latar utama yang membangun rasa tidak nyaman sepanjang cerita.
Di Balik Film Monster Pabrik Rambut (2026)
Iqbaal Ramadhan yang juga terlibat sebagai produser eksekutif sekaligus pemain, menambah warna dalam film ini.
Karakter Bona yang ia perankan memiliki kemampuan regenerasi tubuh, namun justru menjadi target entitas misterius di dalam pabrik. Kehadiran karakter-karakter ini membuat Monster Pabrik Rambut terasa berbeda dari horor yang hanya mengandalkan jumpscare.
Monster Pabrik Rambut juga diperkuat dengan poster resmi yang menampilkan Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi, dan Kev dengan ekspresi kosong seperti kurang tidur.
Sosok Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok bahkan muncul di antara manekin kepala, memberi kesan pengawasan yang tidak terlihat namun terasa.
Monster Pabrik Rambut dan OST yang Penuh Kritik Sosial
Hal menarik lain dari Monster Pabrik Rambut adalah kehadiran original soundtrack berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” yang dinyanyikan Sal Priadi. Lagu ini lahir dari pengembangan adegan film dan berubah menjadi simbol rutinitas kerja yang melelahkan.
Monster Pabrik Rambut semakin kuat dengan OST ini karena tidak hanya menjadi pelengkap cerita, tetapi juga memperluas makna film itu sendiri.
Lagu tersebut menyoroti kondisi kerja yang penuh tuntutan, janji yang tidak selalu nyata, hingga rasa terjebak dalam sistem yang sulit dihindari.
“Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi” menjadi pengulangan yang menggambarkan siklus tanpa akhir.
Sementara bagian “Bebas, bebas, aku ingin bebas” menjadi titik emosional yang memperlihatkan keinginan untuk keluar dari tekanan tersebut.
Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Kehadirannya menjadi salah satu film yang paling dinanti karena membawa kombinasi horor, drama, dan kritik sosial dalam satu paket cerita yang unik.
(pm)
