Ini 9 Amalan Sunnah Iduladha Sederhana yang Sering Dilupakan

PASUNDANEKSPRES.ID - Iduladha selalu identik dengan ibadah kurban. Namun, di balik itu, ada banyak amalan sunnah Iduladha yang sering terlewat padahal bernilai besar dalam memperidnah hari raya.
Amalan-amalan ini tentunya tidak rumit, justru sedehana dan bisa dilakukan siapa saja untuk menambah keberkahan di hari yang istimewa.
Momen Iduladha juga menjadi waktu untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan sesama.
Amalan ini hadir sebagai panduan ringan agar hari raya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarat makna ibadah dan kebersamaan.
9 Amalan Sunnah Iduladha Beserta Dalil Hadis
Nah, untuk menambah keberkahan di Hari Raya, berikut amalan yang bisa dilakukan:
1. Menunjukkan keceriaan dan kebahagiaan
Hari raya dianjurkan disambut dengan wajah cerah dan hati gembira. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Mengumandangkan takbir
Takbir Iduladha dimulai sejak malam 9 Zulhijah hingga akhir hari Tasyrik. Amalan sunnah Iduladha ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
3. Tidak makan sebelum salat Id
Pada Iduladha, disunnahkan tidak makan sebelum salat Id. Hal ini diriwayatkan dari Buraidah RA bahwa Nabi SAW tidak makan sebelum salat Iduladha hingga kembali (HR. Tirmidzi). Amalan sunnah Iduladha ini berbeda dengan Idulfitri.
4. Mandi sebelum salat Id
Ibnu Umar RA disebutkan mandi sebelum berangkat salat Id (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’). Amalan sunnah Iduladha ini menjadi bentuk penyucian diri.
5. Menggunakan wewangian
Rasulullah SAW bersabda:
“Beliau memerintahkan memakai pakaian terbaik dan wewangian pada dua hari raya.” (HR. Hakim)
Amalan sunnah Iduladha ini menjaga kebersihan dan kerapian.
6. Berangkat lebih awal
Berangkat lebih awal ke tempat salat memberi kesempatan untuk berdzikir dan bertakbir. Amalan sunnah Iduladha ini membantu menjaga ketenangan sebelum salat dimulai.
7. Berjalan kaki menuju tempat salat
Rasulullah SAW biasa pergi salat Id dengan berjalan kaki (HR. Ibnu Majah). Amalan sunnah Iduladha ini mencerminkan kesederhanaan.
8. Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang
Rasulullah SAW ketika salat Id melewati jalan berbeda saat berangkat dan pulang (HR. Bukhari). Amalan ini memiliki hikmah memperluas silaturahmi.
9. Mempererat silaturahmi
Setelah salat Id, saling mengunjungi dan berbagi makanan kurban menjadi bagian penting dari amalan sunnah Iduladha. Allah SWT berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1)
Amalan sunnah Iduladha bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari kesempurnaan ibadah di hari raya.
Hal sederhana seperti tersenyum, bertakbir, hingga berjalan menuju salat membawa nilai ibadah yang besar jika dilakukan dengan niat yang benar.
(pm)
