Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ini Dia Aturan Memberikan Angpao Imlek yang Perlu Diketahui

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:09 WIB
Bagikan:
Ini Dia Aturan Memberikan Angpao Imlek yang Perlu Diketahui
Ini Dia Aturan Memberikan Angpao Imlek yang Perlu Diketahui (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia aturan memberikan angpao Imlek yang barangkali belum kamu tahu.

Angpao, atau yang dikenal sebagai hóngbāo dalam bahasa Mandarin, merupakan amplop merah berisi uang yang dibagikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Tradisi ini bukan sekadar pemberian uang, melainkan simbol doa, keberuntungan, serta harapan baik bagi penerimanya.

Dalam budaya Tionghoa, angpao juga mencerminkan rasa syukur dan hubungan kekeluargaan yang erat, sehingga tata cara pemberiannya tidak dilakukan secara sembarangan.

Mengenal Sekilas tentang Angpao Imlek 

Asal-usul angpao sudah ada sejak masa Dinasti Qin sekitar 221–206 SM.

Pada masa itu, masyarakat memberikan koin berlubang yang diikat dengan benang merah, dikenal sebagai yā suì qián.

Tradisi ini berkaitan dengan legenda makhluk jahat bernama Sui yang dipercaya datang pada malam hari untuk mengganggu anak-anak.

Konon, orang tua menaruh koin tersebut di dekat tempat tidur anak sebagai perlindungan.

Saat Sui datang, koin itu memancarkan cahaya terang sehingga makhluk tersebut ketakutan dan pergi.

Sejak saat itu, koin dianggap sebagai penolak bala, dan tradisi tersebut berkembang hingga akhirnya berubah menjadi uang yang dimasukkan ke dalam amplop merah seperti yang dikenal sekarang.

Aturan Memberikan Angpao Imlek 

Berikut ini ada beberapa aturan dalam mengisi angpao Imlek.

Aturan Nominal Uang dalam Angpao

Salah satu hal penting dalam pemberian angpao adalah memperhatikan jumlah uang yang dimasukkan.

Dalam tradisi Tionghoa, nominal ganjil sebaiknya dihindari karena sering dikaitkan dengan suasana duka atau pemakaman.

Oleh sebab itu, angka genap lebih dianjurkan karena melambangkan keseimbangan dan keberuntungan.

Selain itu, angka 4 biasanya dihindari karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata “kematian”.

Sebaliknya, angka 8 sangat disukai karena diasosiasikan dengan kemakmuran dan keberuntungan.

Tak heran jika banyak orang memilih nominal yang mengandung angka 8, misalnya Rp88 ribu atau Rp880 ribu.

Bagi pasangan yang baru menikah, angka 2 juga sering digunakan karena melambangkan kebersamaan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Pemilihan angka dalam angpao dengan demikian bukan hanya soal jumlah uang, tetapi juga makna simbolis di baliknya.

Kondisi Uang yang Diberikan

Uang yang dimasukkan ke dalam angpao sebaiknya dalam kondisi baru atau setidaknya bersih dan rapi.

Uang lusuh atau sobek dianggap kurang pantas karena angpao melambangkan keberuntungan dan harapan baik.

Memberikan uang baru mencerminkan niat tulus untuk memberikan energi positif bagi penerimanya di tahun yang baru.

Pentingnya Amplop Berwarna Merah

Amplop angpao harus berwarna merah atau didominasi warna merah. Warna ini dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi pemberi maupun penerima.

Oleh karena itu, penggunaan amplop warna lain biasanya dihindari karena dapat mengurangi makna simbolis tradisi tersebut.

Dalam banyak desain modern, amplop merah juga dihiasi aksara Mandarin atau simbol keberuntungan, seperti karakter “fu” yang berarti kebahagiaan atau kemakmuran.

Hiasan ini semakin memperkuat makna doa di dalam angpao.

Siapa yang Berhak Menerima Angpao

Secara umum, penerima angpao adalah anak-anak, remaja, serta mereka yang belum menikah.

Namun dalam beberapa keluarga, orang tua atau sesepuh juga dapat menerima angpao sebagai bentuk penghormatan dan bakti.

Pembagian nominal biasanya disesuaikan dengan hubungan keluarga.

Orang tua atau kakek-nenek sering menerima jumlah lebih besar sebagai bentuk penghargaan, sementara anak-anak menerima sesuai kemampuan pemberi.

Etika Saat Menerima Angpao

Selain aturan bagi pemberi, penerima angpao juga memiliki etika yang perlu diperhatikan. Pertama, angpao sebaiknya diterima dengan kedua tangan sebagai tanda hormat.

Setelah itu, penerima dianjurkan mengucapkan terima kasih dan memberikan doa atau ucapan selamat, seperti “Gong Xi Fa Cai”.

Hal penting lainnya adalah tidak membuka angpao di depan pemberi.

Dalam budaya Tionghoa, tindakan tersebut dianggap kurang sopan karena bisa menimbulkan kesan menilai isi hadiah secara langsung.

Sebaiknya amplop dibuka secara pribadi setelah acara selesai.

Nah, itulah mengenai aturan memberikan angpao Imlek.

Angpao Imlek bukan sekadar amplop berisi uang, melainkan tradisi yang sarat makna sejarah, simbolisme, dan etika sosial.

Mulai dari pemilihan nominal, warna amplop, hingga cara memberi dan menerima, semuanya mencerminkan nilai keberuntungan, hormat, dan doa baik untuk masa depan.

(ipa)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional1 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta1 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang1 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang2 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga2 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional3 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle3 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang3 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle3 jam lalu