Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kelompok Hacker Brain cipher Minta Maaf dan Soroti Keamanan Siber Pemerintah

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|10:42 WIB
Bagikan:
Kelompok Hacker Brain cipher Minta Maaf dan Soroti Keamanan Siber Pemerintah
Kelompok Hacker Brain cipher Minta Maaf dan Soroti Keamanan Siber Pemerintah

PASUNDAN EKSPRES- Kelompok peretas yang dikenal sebagai Brain cipher telah menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengkritisi keamanan siber pemerintah.

Kelompok ini berjanji akan membongkar enkripsi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada hari Rabu ini, setelah berhasil meretas sistem tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Brain cipher meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas serangan independen yang mereka lakukan tanpa adanya campur tangan pihak lain.

Selain itu, mereka juga berjanji untuk membuka enkripsi PDNS secara gratis pada Rabu besok.

Brain cipher berharap serangan ini dapat menyadarkan pemerintah tentang pentingnya meningkatkan keamanan siber.

Di lain pihak, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Cahyanto menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya memulihkan layanan publik yang terdampak serangan ransomware pada PDNS.

Hadi Cahyanto juga menegaskan bahwa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan memperkuat keamanan siber dengan menghubungkan pusat kendali BSSN di Ragunan dan mengaktifkan Tim Respon Insiden Keamanan Komputer (CSIRT) yang akan diawasi oleh Pusat Siber Nasional (PSSN).

Hadi Cahyanto menambahkan bahwa jika ada notifikasi yang diterima namun tidak ada tindakan yang diambil, BSSN akan segera bertindak.

Selain itu, Presiden telah menginstruksikan untuk meninjau ulang Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden terkait operasional siber, termasuk BSSN dan jajarannya.

Dengan demikian, komando kendali akan dapat berfungsi dengan baik jika terjadi masalah terkait serangan siber.

Sementara itu, Komisi I DPR RI telah memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika serta Kepala BSSN untuk memberikan penjelasan terkait serangan ransomware tersebut.

Kepala BSSN menyatakan bahwa serangan ini disebabkan oleh kesalahan tata kelola.

Namun, Ketua Komisi I DPR RI berpendapat bahwa masalah utama bukanlah tata kelola, melainkan kelalaian dalam menjaga data nasional yang seharusnya terintegrasi di seluruh kementerian.

Ketua Komisi I juga mengkritik bahwa beberapa kementerian belum sepenuhnya bergabung dalam sistem ini.

Berita Terbaru

DPRD Purwakarta Soroti Dugaan Pemalsuan SLHS, Dinas Kesehatan Diminta Memperketat Proses Penerbitan Dokumen,

DPRD Purwakarta Soroti Dugaan Pemalsuan SLHS, Dinas Kesehatan Diminta Memperketat Proses Penerbitan Dokumen,

Headline17 menit lalu
Bupati Minta 165 Desa Jaga Kondusivitas Dalam Momentum Pilkades Serentak di Subang

Bupati Minta 165 Desa Jaga Kondusivitas Dalam Momentum Pilkades Serentak di Subang

Subang42 menit lalu
Anggota DPRD Zennieta Frara Dorong Program Pemberdayaan Perempuan

Anggota DPRD Zennieta Frara Dorong Program Pemberdayaan Perempuan

Subang47 menit lalu
Diskanak Pastikan Nihil Kasus Rabies di Purwakarta

Diskanak Pastikan Nihil Kasus Rabies di Purwakarta

Purwakarta49 menit lalu
ADVERTISEMENT
Camat Purwakarta Pastikan Layanan Kesehatan di Puskesmas Berlangsung Optimal

Camat Purwakarta Pastikan Layanan Kesehatan di Puskesmas Berlangsung Optimal

Purwakarta51 menit lalu
Ampetra Segera Deklarasi, Bawa Misi Advokasi dan Edukasi Warga

Ampetra Segera Deklarasi, Bawa Misi Advokasi dan Edukasi Warga

Purwakarta55 menit lalu
KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Nasional1 jam lalu
Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle2 jam lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional13 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang13 jam lalu