Malam Lailatul Qadar 2026 Kapan Datang? Ini Penjelasan dan Tanda-tandanya

PASUNDANEKSPRES.ID - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang paling dinantikan pada bulan Ramadan. Malam tersebut dikenal sebagai malam penuh kemuliaan karena nilai ibadah di dalamnya lebih baik daripada seribu bulan.
Al-Qur’an menjelaskan kedudukan malam Lailatul Qadar dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5. Ayat tersebut menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu pula para malaikat turun membawa ketenangan hingga terbit fajar.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5).
Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi pada Ramadan 2026
Malam Lailatul Qadar tidak memiliki tanggal yang pasti. Para ulama menjelaskan bahwa waktu terjadinya merupakan rahasia Allah SWT.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Beberapa hadis menyebutkan peluang malam Lailatul Qadar berada pada malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Pendapat yang cukup dikenal berasal dari hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar:
“Barangsiapa yang ingin mengintai malam qadar, hendaklah diintainya pada malam 27.” (HR. Ahmad).
Walaupun malam ke-27 sering disebut memiliki peluang besar, para ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir.
Berdasarkan perkiraan kalender Ramadan 2026, malam-malam ganjil tersebut jatuh pada:
- 10 Maret 2026 (malam 21 Ramadhan 1447 H)
- 12 Maret 2026 (malam 23 Ramadhan 1447 H)
- 14 Maret 2026 (malam 25 Ramadhan 1447 H)
- 16 Maret 2026 (malam 27 Ramadhan 1447 H)
- 18 Maret 2026 (malam 29 Ramadhan 1447 H)
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis
Beberapa riwayat hadis menjelaskan tanda-tanda yang dapat dikenali ketika malam Lailatul Qadar terjadi.
Penjelasan tersebut dihimpun dalam berbagai kitab hadis dan juga dijelaskan dalam buku "Sukses Berburu Lailatul Qadar" karya Muhammad Adam Hussein yang Pasundan Ekspres kutip dari detik.com.
Berikut beberapa tanda yang disebutkan dalam hadis:
1. Langit tampak bersih
Riwayat lain menjelaskan kondisi langit ketika malam tersebut terjadi.
“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”
(HR. Ahmad).
2. Matahari terbit tidak terlalu menyilaukan
Dalam hadis lain disebutkan:
“Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi.”
(HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud).
3. Udara terasa tenang dan sejuk
Rasulullah SAW bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas dan tidak begitu dingin. Pada pagi harinya matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.”
(HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman).
Hadis tersebut menggambarkan suasana malam yang terasa damai dan nyaman.
4. Malam terasa cerah dan tenang
Ubay bin Ka’ab RA menyampaikan riwayat tentang suasana malam tersebut.
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh dari bulan Ramadhan. Tanda-tandanya pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”
(HR. Muslim).
5. Turunnya malaikat membawa ketenangan
Keterangan ini juga disebut dalam Al-Qur’an bahwa para malaikat turun pada malam Lailatul Qadar membawa ketenangan hingga terbit fajar.
6. Sebagian orang melihatnya melalui mimpi
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa sebagian sahabat Nabi pernah melihat tanda malam Lailatul Qadar melalui mimpi yang benar.
Meski demikian, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa tanda-tanda tersebut sering kali baru diketahui setelah malam itu berlalu. Ia menuliskan dalam Fathul Bari:
“Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fathul Bari, 4:260).
Para ulama menekankan bahwa tujuan utama bukan sekadar mengenali tanda-tanda Malam Lailatul Qadar saja, melainkan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan melalui ibadah.
Rasulullah SAW bahkan memperbanyak salat malam dan membangunkan keluarganya untuk beribadah pada malam-malam tersebut.
Salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa menjadi amalan yang dianjurkan.
(pm)
