Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengapa Jerman Melarang Penjualan HP Lenovo dan Motorola, Ini Alasannya

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|09:05 WIB
Bagikan:
Mengapa Jerman Melarang Penjualan HP Lenovo dan Motorola, Ini Alasannya
Jerman Melarang Penjualan HP Lenovo dan Motorola/foto hp motorola Razr 5G via screenshot (The Verge)

PASUNDAN EKSPRES -  Pengadilan distrik di Jerman telah memerintahkan penghentian penjualan perangkat Lenovo dan Motorola di negara tersebut.

Motorola, yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan teknologi besar China, Lenovo, dilarang menjual semua jenis ponselnya yang dilengkapi dengan modul WWAN (Wireless Wide Area Network) yang memungkinkan akses internet melalui jaringan seluler.

Ini berarti seluruh lini ponsel Moto, termasuk seri Edge 50 terbaru, tidak akan tersedia di pasar Jerman.

BACA JUGA:TikTok Uji Coba Video 60 Menit untuk Saingi YouTube

Akibat keputusan ini, situs web Motorola di Jerman telah menghapus semua produk ponsel dari daftar penjualan mereka, dan saat ini hanya menjual beberapa aksesoris saja.

Di sisi lain, situs web Lenovo di Jerman juga mengumumkan bahwa beberapa laptop mereka dengan konfigurasi seluler hanya akan dijual hingga stok habis.

Larangan ini diberlakukan setelah Lenovo dinyatakan melanggar paten yang dimiliki oleh perusahaan teknologi Amerika, InterDigital.

Pada awal Mei, InterDigital berhasil memperoleh perintah pengadilan terhadap Lenovo di Jerman, dan pada tanggal 8 Mei, pengadilan Munich memutuskan untuk memberlakukan larangan sementara terhadap penjualan produk Lenovo.

Sebagai respons, Lenovo berencana mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut, dengan alasan bahwa persyaratan yang diajukan oleh InterDigital dianggap tidak adil, seperti yang seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 20 Mei 2024.

Sebelumnya, Jerman juga pernah melarang penjualan perangkat Oppo dan OnePlus akibat perselisihan paten dengan Nokia.

BACA JUGA:Menkominfo Minta Starlink Buat NOC di Indonesia untuk Keamanan Data

Namun, setelah kedua perusahaan tersebut menandatangani perjanjian lisensi paten global dengan Nokia, mereka dapat melanjutkan operasinya di Jerman.

Berita Terbaru

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional45 menit lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat1 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat2 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional2 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga2 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional2 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga2 jam lalu
Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Headline2 jam lalu
Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Subang2 jam lalu