Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menghadapi Krisis Moneter, Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:21 WIB
Bagikan:
Menghadapi Krisis Moneter, Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS
Menghadapi Krisis Moneter, Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS

PASUNDAN EKSPRES- Dalam menghadapi potensi krisis moneter yang akan datang, para pengusaha dan investor di Indonesia diimbau untuk tidak panik dan tetap menjalankan bisnis seperti biasa.

Namun, ada satu langkah penting yang harus diambil, yaitu mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS.

Saat krisis moneter melanda, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998, banyak saham emiten yang sebetulnya bagus namun tidak diapresiasi dengan baik oleh pasar.

Kondisi ini menciptakan peluang bagi investor cerdas seperti Lokeng Hong yang kemudian menjadi salah satu investor terkaya di Indonesia.

Tidak hanya Lokeng Hong, banyak investor lain yang juga meraih keuntungan besar namun kini telah beralih ke dunia politik dan bahkan berencana maju dalam Pilkada mendatang.

Peralihan para investor ini diperkirakan akan membuat dunia investasi di Indonesia semakin dinamis dan berwarna.

Meski demikian, fokus utama saat ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS.

Dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu, semakin sulit bagi negara yang terus bergantung pada Dolar AS.

Indonesia mengimpor minyak dalam jumlah besar menggunakan Dolar AS. Selain itu, banyak bisnis impor dari Cina, Australia, dan Singapura yang juga masih menggunakan Dolar AS.

Jika ketergantungan ini tidak segera dikurangi, ekonomi Indonesia bisa menghadapi tantangan besar.

Para pelaku usaha diharapkan mulai mencari alternatif mata uang lain untuk transaksi internasional guna mengurangi risiko ketergantungan pada Dolar AS.

Langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi krisis moneter yang mungkin terjadi di masa depan dengan lebih baik.

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional39 menit lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional42 menit lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional45 menit lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline50 menit lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang2 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat2 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang3 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle4 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle5 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle5 jam lalu