Nuzulul Qur'an 2026 Jatuh pada 6 Maret, Ini Makna dan Amalan di Malam 17 Ramadan

PASUNDANEKSPRES.ID - Nuzulul Qur'an 2026 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan bulan Ramadan. Malam tersebut mengingatkan umat Islam pada peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw sebagai awal diturunkannya Al-Qur’an.
Peristiwa ini tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi juga menjadi pengingat tentang kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
Ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk membimbing manusia menuju kehidupan yang lurus, penuh keadilan, serta berlandaskan iman kepada Allah SWT.
Karena itu, setiap kali Nuzulul Qur'an diperingati, umat Islam diajak kembali meneguhkan hubungan dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkan isinya.
Di berbagai daerah di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur'an biasanya diisi pengajian, tadarus, serta kajian keislaman di masjid dan musala.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus memperkuat semangat ibadah di pertengahan Ramadhan.
Malam Nuzulul Qur'an 2026 Diperingati pada 17 Ramadan
Nuzulul Quran 2026 jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026 yang bertepatan dengan malam ke-17 Ramadan.
Penentuan ini merujuk pada keterangan yang disampaikan melalui laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai peringatan turunnya Al-Qur’an.
Nuzulul Quran 2026 merujuk pada peristiwa ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu tersebut terdapat dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang dimulai dengan perintah membaca.
Peristiwa ini menandai dimulainya risalah Islam yang kemudian disampaikan Rasulullah kepada umat manusia.
Karena itu, Nuzulul Quran dipandang sebagai malam yang memiliki makna besar dalam sejarah Islam sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran 2026
Nuzulul Quran 2026 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para ulama menjelaskan bahwa malam tersebut sebaiknya diisi dengan amal yang mendekatkan hati kepada Al-Qur’an serta memperkuat keimanan.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
Malam Nuzulul Quran identik dengan turunnya kitab suci, sehingga membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Tadarus tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga berusaha memahami makna ayat-ayat yang dibaca agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memperbanyak dzikir dan doa
Dzikir menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT dan menenangkan hati. Ucapan tasbih, tahmid, takbir, serta istighfar dapat dibaca pada malam tersebut sebagai bentuk syukur atas nikmat iman dan petunjuk Al-Qur’an.
3. Melaksanakan salat malam
Salat malam seperti tahajud dan witir juga dianjurkan untuk dikerjakan.
Waktu malam dalam bulan Ramadhan dikenal sebagai saat yang baik untuk bermunajat kepada Allah serta memohon ampunan dan kebaikan hidup.
4. Menghadiri majelis ilmu
Pengajian atau kajian Al-Qur’an sering digelar pada malam Nuzulul Quran di berbagai masjid.
Mendengarkan penjelasan para ulama tentang ayat-ayat Al-Qur’an dapat menambah pemahaman serta memperkuat keyakinan terhadap ajaran Islam.
5. Memperbanyak istighfar dan muhasabah
Malam Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungi perjalanan hidup.
Istighfar dan muhasabah membantu membersihkan hati serta memperbaiki diri agar lebih dekat kepada Allah.
6. Melakukan i’tikaf
I’tikaf menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan pada malam Ramadhan, termasuk pada malam Nuzulul Quran.
Aktivitas berdiam diri di masjid ini bertujuan untuk memperbanyak ibadah, merenungi ayat-ayat Al-Qur’an, serta menenangkan hati dari kesibukan dunia.
Makna Nuzulul Quran bagi Kehidupan Umat Islam
Nuzulul Quran 2026 bukan sekadar peringatan sejarah turunnya Al-Qur’an.
Malam tersebut menjadi pengingat bahwa kitab suci ini diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.
Al-Qur’an memuat ajaran tentang ibadah, akhlak, serta pedoman hidup yang membawa manusia menuju kebaikan.
Nuzulul Qur'an 2026 pun menjadi pengingat agar hubungan umat Islam dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada bacaan semata, tetapi juga hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
(pm)
