Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Prediksi Saham BBCA Besok! Upside Hingga 50% dari Level Saat Ini? Jangan Lewatkan!

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|17:15 WIB
Bagikan:
Prediksi Saham BBCA Besok! Upside Hingga 50% dari Level Saat Ini? Jangan Lewatkan!
Prediksi Saham BBCA Besok! Upside Hingga 50% dari Level Saat Ini? Jangan Lewatkan!

PASUNDAN EKSPRES.ID – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan investor menjelang perdagangan Kamis (9/4/2026).

Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), BBCA ditutup menguat signifikan di kisaran Rp6.775–Rp6.800, naik sekitar 4,2–4,6% atau +Rp275–Rp300 dari penutupan sebelumnya.

Volume perdagangan tercatat cukup tinggi, mencerminkan minat beli yang kembali masuk setelah beberapa waktu mengalami tekanan.

Analis pasar menilai pergerakan ini sebagai sinyal awal rebound di tengah koreksi year-to-date (YTD) 2026 yang sempat mencapai hampir 18–19%.

Meski demikian, banyak pihak memandang level harga saat ini sebagai peluang akumulasi bagi investor jangka panjang, mengingat fundamental BBCA yang tetap solid sebagai bank blue-chip dengan kualitas aset terbaik di industri perbankan Indonesia.

Kondisi Harga Terkini dan Pergerakan Teknis

Per 8 April 2026, BBCA bergerak di rentang Rp6.625–Rp6.850. Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 48 (netral), sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal yang mulai membaik meski masih netral secara keseluruhan.

Beberapa analis mencatat bahwa BBCA sempat mendekati area oversold di pekan-pekan sebelumnya, sehingga penguatan hari ini bisa menjadi awal momentum positif.

Level support penting berada di Rp6.450–Rp6.500, sementara resistance terdekat ada di Rp6.900–Rp7.000.

Jika berhasil break di atas Rp7.000 dengan volume kuat, BBCA berpotensi melanjutkan penguatan menuju Rp7.500–Rp8.000 dalam waktu dekat.

Namun, jika gagal bertahan di atas Rp6.650, risiko koreksi kembali ke level Rp6.300–Rp6.400 tidak bisa diabaikan.

Proyeksi Fundamental dan Laba 2026

Fundamental BBCA dinilai sangat kuat oleh mayoritas analis. Proyeksi laba bersih tahun 2026 bervariasi antara Rp57,6 triliun hingga Rp60–62 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 5–8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan volume kredit (diperkirakan 7–8%), CASA ratio yang tetap tinggi di atas 80%, serta manajemen risiko yang konservatif sehingga Non-Performing Loan (NPL) terjaga rendah di kisaran 1,5%.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) diproyeksikan mencapai Rp88 triliun lebih, meski Net Interest Margin (NIM) berpotensi sedikit tertekan akibat dinamika suku bunga.

Keunggulan BBCA terletak pada basis dana murah (low-cost funding) dan efisiensi operasional yang terbaik di sektor perbankan, membuatnya tetap menjadi pilihan defensif di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dividen juga menjadi katalis penting, BBCA dikenal konsisten memberikan dividen yield menarik, yang tahun ini diproyeksikan masih kompetitif meski harga saham mengalami koreksi.

Beberapa analis melihat potensi buyback saham atau pembagian dividen interim sebagai penopang harga.

Konsensus Target Harga dan Rekomendasi Analis

Mayoritas analis dari lembaga terpercaya seperti BRIDS, CGS International, Samuel Sekuritas, BRI Danareksa, serta konsensus Bloomberg dan Investing.com memberikan rekomendasi Buy atau Add untuk BBCA.

- Target harga rata-rata konsensus: Rp9.800–Rp10.266 per saham (dengan upside potensial 40–50% dari level saat ini sekitar Rp6.800).

- Beberapa target tertinggi: Rp10.800 (BRIDS dan BRI Danareksa), Rp11.700 (estimasi maksimal analis).

- Target terendah: Rp7.600–Rp8.600.

- Dari puluhan analis, mayoritas (sekitar 36 dari 37) merekomendasikan Buy, hanya sedikit yang Hold.

Valuasi saat ini tergolong menarik dengan Price-to-Book Value (PBV) di kisaran 3,6–3,7x, lebih rendah dari rata-rata historis di atas 4x.

Ini membuat BBCA terlihat undervalued bagi investor jangka panjang.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Kamis 9 April 2026

Prediksi perdagangan Kamis besok akan sangat dipengaruhi sentimen IHSG yang diprediksi bergerak sideways hingga menguat ringan, dengan support di 6.850–6.900 dan resistance 7.020–7.050.

Sektor perbankan secara keseluruhan menjadi penopang utama IHSG, meski masih ada tekanan dari aksi jual asing di pekan sebelumnya.

Katalis positif bisa datang dari rilis data ekonomi makro, seperti inflasi atau indikator likuiditas perbankan.

Di sisi negatif, kekhawatiran terhadap suku bunga global dan outflow asing masih menjadi risiko.

Namun, dengan posisi likuiditas BBCA yang kuat (LDR sekitar 77%) dan buffer pencadangan yang solid, bank ini dinilai lebih resilien dibandingkan peers.

Bukan Rekomendasi Investasi

Bagi pemebelian jangka pendek, disarankan speculative buy atau buy on weakness di area Rp6.375–Rp6.650 dengan target profit taking di Rp7.000–Rp7.500 dan cut loss ketat di bawah Rp6.300.

Untuk pembelian jangka menengah-panjang, level saat ini merupakan peluang akumulasi karena fundamental tetap solid dan target harga analis jauh di atas harga pasar.

Analis dari berbagai sekuritas kompak menyebut BBCA sebagai top pick di sektor perbankan berkat profil pendapatan yang aman, kualitas aset terbaik, dan potensi rebound yang kuat seiring pemulihan kredit di 2026.

Meski demikian, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas pasar.

Lakukan riset sendiri (DYOR) dan diversifikasi portofolio. Semua prediksi ini bersifat estimasi berdasarkan data per 8 April 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan baru.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap mendominasi dan posisi sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, BBCA kemungkinan besar akan terus menjadi pilihan utama investor ritel maupun institusi di tahun 2026 ini. 

Berita Terbaru

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang6 menit lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang26 menit lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang26 menit lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional1 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle1 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang1 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle1 jam lalu
Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Subang2 jam lalu
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Lifestyle2 jam lalu