Sedang Tayang di Bioskop Subang, Ini Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur

PASUNDANEKSPRES.ID - Sedang tayang di bioskop Subang, film Sihir Tanah Kubur menjadi salah satu tontonan horor yang hadir untuk mengisi daftar film terbaru di layar lebar.
Film ini membawa cerita tentang misteri makam, rahasia keluarga, hingga teror mistis yang bermula dari sebuah keputusan besar.
Bagi pencinta film horor Indonesia, Sihir Tanah Kubur menawarkan kisah yang berpusat pada konflik keluarga setelah munculnya sebuah makam yang dipercaya membawa petaka.
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur
Film Sihir Tanah Kubur mengisahkan Yusuf (Ariyo Wahab), seorang ustadz yang dihormati oleh warga di desanya.
Setelah ibunya meninggal dunia, Yusuf harus menghadapi kejadian yang tidak pernah ia bayangkan ketika sang adik, Ashar (Revaldo), memutuskan untuk memindahkan makam ibu mereka.
Keputusan Ashar dilakukan karena adanya wasiat misterius yang berkaitan dengan makam tersebut. Namun, setelah pemindahan makam berlangsung, muncul sebuah tempat yang dikenal sebagai Makam Wurung.
Makam Wurung dipercaya oleh masyarakat sebagai makam kosong yang membawa petaka. Sejak kemunculannya, berbagai kejadian mistis mulai terjadi dan membuat warga desa dihantui rasa takut.
Masalah tidak hanya datang dari teror gaib, tetapi juga dari hubungan antarwarga dan keluarga yang mulai mengalami keretakan. Fitnah serta adu domba perlahan membuat kepercayaan masyarakat menurun dan memperbesar konflik yang terjadi.
Perseteruan Yusuf dan Ashar semakin rumit ketika rahasia lama mulai terbuka. Gema (Kiesha Alvaro) dan Naya (Adzwa Aurell) pun ikut terseret dalam kejadian tersebut hingga harus menghadapi sisi gelap dari keluarga mereka sendiri.
Film Sihir Tanah Kubur dibintangi oleh beberapa aktor, seperti Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, Revaldo, Rafi Sanjaya, Adzwa Aurell, dan Shareefa Daanish.
Film yang Sedang Tayang di Bioskop Subang
Selain Sihir Tanah Kubur, ada beberapa film lain yang sedang tayang di bioskop Subang.
Pilihan film yang tersedia menghadirkan cerita dari berbagai tema, terutama bagi penonton yang menyukai film horor dan kisah keluarga.
1. Sajen Satu Suro
Sinopsis:
Mengusung cerita horor khas Indonesia yang dipadukan dengan konsep modern, film ini membawa kisah misteri berlatar pedesaan dengan unsur budaya dan sosok hantu yang melegenda.
Kisahnya mengikuti Tania (Aisyah Aqila) yang berusaha menyelamatkan ibunya dengan mengembalikan keris peninggalan sang kakek menjelang malam satu Suro. Bersama Jeff (Cinta Brian), Laura (Frislly Herlind), dan Robby (Munggaran), Tania menuju Desa Maduabang, tempat asal keluarganya.
Kedatangan keris milik Sapto Dilogo (Clift Sangra) membuat warga desa kembali mengingat teror lama dari Sumarni (Asila Corina), sosok Hantu Andong Pengantin yang dipercaya telah kembali.
Namun, ancaman yang muncul bukan hanya berasal dari makhluk gaib, melainkan juga rahasia dan dendam masa lalu keluarga Tania yang mulai terungkap.
2. Cek Khodam
Sinopsis:
Bagi manusia saat ini, ancaman terbesar bukan lagi sekadar cerita mistis, melainkan persoalan sehari-hari seperti kehabisan uang, tagihan yang menumpuk, hingga sulitnya melewati akhir bulan. Akibatnya, sosok hantu justru berubah menjadi hiburan melalui tren konten Cek Khodam yang dibuat oleh tiga sahabat, Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar).
Tanpa disengaja, konten tersebut membuat ketakutan terhadap dunia gaib semakin berkurang hingga menyebabkan Angka Ketakutan Manusia (AKM) mengalami penurunan.
Kondisi ini membuat Panglima Khodam harus turun tangan untuk mengembalikan rasa takut manusia terhadap para makhluk gaib.
Namun, upaya tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai cara dilakukan para khodam untuk menakuti manusia, tetapi justru memicu kejadian yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.
3. Kado Untuk Ibu
Sinopsis:
Faris (Emir Mahira), seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang menunggu kelahiran buah hati pertamanya, harus menunda menemani istrinya ke rumah sakit karena membantu Ara (Luisa Adreena) mencari hadiah ulang tahun untuk sang ibu.
Perjalanan bersama Ara tersebut kemudian berubah menjadi kisah penuh makna yang mempertemukan mereka dengan berbagai pelajaran tentang kebaikan, kepedulian, dan arti menerima kehilangan.
(pm)
