Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

UATAS Punya DC Lapangan? Ini Fakta Resmi yang Harus Kamu Tahu di 2026

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|15:30 WIB
Bagikan:
UATAS Punya DC Lapangan? Ini Fakta Resmi yang Harus Kamu Tahu di 2026
Uatas Punya Debt Collector Lapangan? Ini Fakta Resmi yang Harus Kamu Tahu di 2026

PASUNDAN EKSPRES.ID – UATAS sebagai aplikasi pinjaman online (pinjol) legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sering menjadi perbincangan di kalangan pengguna yang mengalami keterlambatan pembayaran atau galbay.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah Uatas punya DC lapangan? yang bisa datang langsung ke rumah?

Pertanyaan ini semakin relevan memasuki tahun 2026, di mana risiko penagihan pinjol terus menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan berbagai laporan dan analisis media terpercaya per 31 Maret 2026, UATAS memang mulai menunjukkan perubahan dalam strategi penagihan sejak akhir 2024 hingga sepanjang 2025.

Pada periode 2022 hingga awal 2024, UATAS dikenal sebagai pinjol yang relatif “sunyi” dan jarang menggunakan debt collector (DC) lapangan.

Penagihan lebih banyak dilakukan melalui telepon, SMS, WhatsApp, dan notifikasi aplikasi.

Namun, mulai akhir 2024 dan memasuki 2025, muncul laporan dari sebagian kecil pengguna yang mengaku didatangi DC lapangan.

Meski demikian, jumlah kasus tersebut masih terbatas dan belum masif seperti yang terjadi pada beberapa pinjol besar lainnya.

Memasuki tahun 2026, risiko kehadiran DC lapangan tetap ada, tetapi skalanya belum seagresif pinjol lain yang dikenal sering melakukan kunjungan langsung ke rumah atau tempat kerja.

Menurut informasi yang beredar, seperti Pikiran Rakyat Jateng dan komunitas pengguna, UATAS masih tergolong pinjol yang penagihannya lebih mengandalkan jalur digital dan koordinasi dengan pihak berwenang jika diperlukan.

Jika ada DC lapangan, prosesnya harus tetap mengikuti aturan OJK.

Debt collector dilarang melakukan intimidasi, ancaman, kekerasan, atau tindakan yang merendahkan martabat debitur.

Kunjungan hanya boleh dilakukan pada jam yang wajar dan dengan prosedur yang sopan.

Fakta Galbay UATAS di Tahun 2026

Bagi yang sedang galbay di UATAS tahun 2026, berikut beberapa fakta penting yang perlu diketahui:

- Penagihan Awal: Biasanya dimulai dengan notifikasi aplikasi, panggilan telepon, dan pesan berulang. Denda keterlambatan akan bertambah sesuai ketentuan di aplikasi (biasanya dihitung per hari).

- Tahap Lanjutan: Jika keterlambatan mencapai TKB30, TKB60, hingga TKB90, penagihan bisa melibatkan pihak ketiga, termasuk kemungkinan DC lapangan. Namun, hingga Maret 2026, laporan kunjungan langsung masih bersifat sporadis dan tidak merata di seluruh wilayah.

- Batasan Hukum: Semua tindakan penagihan wajib mengikuti Peraturan OJK tentang penagihan pinjaman. Debitur dilindungi dari teror, pemerasan, atau pengungkapan data pribadi ke pihak yang tidak berwenang.

- Dampak Galbay: Selain denda, galbay dapat memengaruhi skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, sehingga menyulitkan pinjaman di masa depan baik di bank maupun fintech lain.

UATAS sendiri dalam situs resminya menekankan bahwa proses pinjaman cepat, aman, dan transparan.

Pembayaran dilakukan hanya melalui nomor virtual account resmi yang tertera di aplikasi.

Perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan UATAS, seperti permintaan pembayaran melalui link atau nomor pribadi.

Bagi yang sedang mengalami kesulitan bayar, solusi terbaik adalah segera menghubungi customer service UATAS melalui aplikasi atau nomor resmi 081-157-157-157.

Banyak kasus galbay dapat diselesaikan dengan restrukturisasi atau kesepakatan cicilan baru jika debitur proaktif berkomunikasi.

Hindari menghindari panggilan atau memblokir nomor, karena hal itu justru dapat memperburuk proses penagihan.

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle3 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat5 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang5 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang5 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang5 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang5 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang5 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang5 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang5 jam lalu