Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Curhatan Guru P3K Paruh Waktu Sumedang Tuai Simpati Warganet

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|11:02 WIB
Bagikan:
Curhatan Guru P3K Paruh Waktu Sumedang Tuai Simpati Warganet
Curhatan guru P3K paruh waktu di Sumedang viral dan memicu simpati luas dari warganet. (ilustrasi Freepik)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kisah seorang guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Sumedang yang hanya menerima gaji bersih sebesar Rp15.000 per bulan setelah dipotong iuran BPJS Kesehatan menjadi sorotan dan menuai simpati luas dari masyarakat.

Cerita tersebut mencuat setelah sebuah video yang menampilkan kondisi sang guru beredar luas di media sosial TikTok. Unggahan itu pun dengan cepat memantik perhatian publik serta memicu diskusi mendalam mengenai kesejahteraan dan nasib tenaga pendidik, khususnya guru PPPK paruh waktu yang bertugas di daerah.

Pengunggah video tersebut, Filzah Nur Amalina, menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak mana pun. Ia mengaku hanya menyampaikan kondisi nyata yang dialami oleh temannya, yang juga berprofesi sebagai guru.

Menurut Filzah, unggahan itu dibuat sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moral kepada para guru PPPK paruh waktu yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak, meskipun memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.

“Pemirsa, saya sangat mendukung rekan kerja juga. Artinya, semoga dengan adanya postingan ini ada kebijakan-kebijakan yang lebih baik untuk P3K paruh waktu, terutama guru, supaya lebih diperhatikan dan lebih dihargai lagi,” kata Filzah.

Menurutnya, perubahan status dari honorer menjadi ASN P3K paruh waktu justru berdampak pada berkurangnya penghasilan. Hal ini terjadi karena sejumlah tunjangan yang sebelumnya diterima tidak lagi dapat diberikan setelah status kepegawaian berubah.

Warganet pun ramai-ramai menyuarakan keprihatinan. Banyak yang menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan peran strategis guru dalam dunia pendidikan. Tidak sedikit pula yang meminta pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan untuk mengevaluasi regulasi yang ada.

Kasus ini juga menyoroti persoalan struktural dalam sistem penggajian ASN P3K paruh waktu, khususnya bagi tenaga pendidik yang belum mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline3 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat4 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta4 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle5 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang5 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta5 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta5 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang5 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang5 jam lalu
Curhatan Guru P3K Paruh Waktu Sumedang Tuai Simpati Warganet | Pasundan Ekspres