Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Duka di Dunia Penerbangan: Kecelakaan Pesawat Air India Tewaskan 240 Orang, 1 Orang Selamat

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:07 WIB
Bagikan:
Duka di Dunia Penerbangan: Kecelakaan Pesawat Air India Tewaskan 240 Orang, 1 Orang Selamat
Duka di Dunia Penerbangan: Kecelakaan Pesawat Air India Tewaskan 240 Orang, 1 Orang Selamat (Image From: KSL News)

PASUNDAN EKSPRES - Dunia penerbangan kembali dikejutkan oleh tragedi memilukan. Sebuah pesawat milik maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI171 yang dijadwalkan terbang dari Ahmedabad menuju London, mengalami kecelakaan tragis hanya beberapa menit setelah lepas landas pada Kamis siang (12/6). Kecelakaan ini telah menewaskan lebih dari 240 orang. 

Dilansir dari Reuters, pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner yang mengangkut total 242 orang yang terdiri dari 217 orang dewasa, 11 anak-anak, dan 2 bayi, lepas landas dari Bandara Ahmedabad pada pukul 13.39 waktu setempat.

Duka di Dunia Penerbangan: Kecelakaan Pesawat Air India Tewaskan 240 Orang

Tak lama setelah mengudara, pesawat tersebut mengalami gangguan dan jatuh menimpa sebuah asrama mahasiswa di kampus kedokteran, tepat saat waktu makan siang berlangsung.

Rekaman CCTV memperlihatkan pesawat lepas landas di atas area pemukiman, lalu menghilang dari layar sebelum sebuah kepulan api besar terlihat membumbung ke langit.

Namun, di tengah kehancuran parah, satu penumpang berhasil selamat. Dia merupakan warga negara Inggris keturunan India, bernama Ramesh Viswashkumar, yang duduk di kursi 11A,  tepat di sebelah pintu darurat.

Dalam wawancara dari tempat tidurnya di rumah sakit, Ramesh mengatakan bahwa tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras, dan tiba-tiba pesawat jatuh.

Ramesh menyebut bahwa saat dirinya bangun, di sekitarnya hanya ada puing-puing dan tubuh manusia.

Ramesh juga mengaku ia sedang bepergian bersama saudaranya yang bernama Ajay. Ajay duduk di baris berbeda dan hingga saat ini belum ditemukan. Ia memohon bantuan untuk mencari keberadaan saudaranya tersebut. 

Petugas kepolisian Ahmedabad, Vidhi Chaudhary, menyampaikan bahwa jumlah korban tewas sempat dilaporkan sebanyak 294 orang.

Namun, jumlah itu kemudian dikoreksi menjadi lebih dari 240 setelah ditemukan adanya penghitungan ganda bagian tubuh korban yang hancur akibat benturan.

Sebagian besar korban adalah penumpang, namun jumlah korban di darat juga signifikan.

Salah satu yang tewas adalah Vijay Rupani, mantan Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat. Pihak keluarga korban telah diminta memberikan sampel DNA untuk proses identifikasi yang lebih akurat, menurut Sekretaris Kesehatan Gujarat, Dhananjay Dwivedi.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang naas tersebut pertama kali terbang pada tahun 2013 dan diserahkan kepada Air India pada Januari 2014, menurut data dari Flightradar24.

Ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan varian Dreamliner, sejak mulai digunakan secara komersial pada tahun 2011.

Dreamliner sendiri dikenal sebagai pesawat berbadan lebar dengan teknologi canggih dan efisiensi bahan bakar tinggi. Tragedi ini mengguncang industri penerbangan dan menjadi sorotan tajam terhadap sistem keselamatan penerbangan.

Menurut pernyataan Air Traffic Control Ahmedabad, pesawat sempat melakukan panggilan Mayday sebelum menghilang dari radar.

Salah satu hal mencurigakan yang ditemukan oleh konsultan keselamatan penerbangan asal AS, Anthony Brickhouse, adalah fakta bahwa roda pendaratan masih dalam posisi terbuka pada fase penerbangan di mana seharusnya sudah tertutup.

“Kalau tidak tahu situasinya, orang bisa mengira pesawat itu sedang bersiap mendarat, padahal baru saja lepas landas,” ujarnya.

Pemerintah India melalui Menteri Penerbangan Sipil, Ram Mohan Naidu, telah membentuk komite investigasi tingkat tinggi yang terdiri dari para ahli di berbagai bidang.

Sementara itu, Boeing mengumumkan akan mengirim tim khusus ke India untuk membantu penyelidikan, begitu pula dengan GE Aerospace, produsen mesin pesawat tersebut, yang akan menganalisis data kokpit.

(ipa)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional5 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional5 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional5 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang7 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat7 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang7 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle8 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle9 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle9 jam lalu