Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Eksportir Sawit Khawatir Skema Ekspor via BUMN Ganggu Pasar

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|11:17 WIB
Bagikan:
Eksportir Sawit Khawatir Skema Ekspor via BUMN Ganggu Pasar
Eksportir sawit menyoroti kebijakan ekspor melalui BUMN yang dinilai berpotensi mengganggu pasar internasional. (Foto: Industri Kontan)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kalangan eksportir sawit mulai menyoroti rencana pemerintah yang akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui BUMN sebagai pengekspor tunggal.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata niaga ekspor.

Menurutnya, perubahan ini bisa berdampak langsung pada pelaku usaha yang selama ini telah memiliki jaringan pasar sendiri.

Eksportir Sawit Khawatir Dampak ke Trader

Eddy menjelaskan bahwa tidak semua pelaku ekspor berasal dari perusahaan besar yang memiliki industri terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sebaliknya, banyak perusahaan trading berperan penting dalam melayani pasar tertentu dengan volume lebih kecil. Mereka selama ini menjaga fleksibilitas distribusi ke berbagai negara tujuan.

Ia mempertanyakan bagaimana nasib para trader jika seluruh aktivitas ekspor harus dilakukan melalui satu badan pengekspor.

Eksportir Sawit Nilai Risiko Gangguan Pasar

Pelaku industri menilai bahwa mekanisme pengekspor tunggal berpotensi mengganggu pasar.

Setiap pembeli luar negeri biasanya memiliki kebutuhan spesifik, baik dari sisi kualitas maupun komposisi produk. Fleksibilitas yang selama ini dimiliki eksportir dikhawatirkan akan berkurang jika seluruh proses harus melalui satu pintu.

Selain itu, jaringan pasar global yang telah dibangun selama bertahun-tahun bisa terdampak jika perubahan kebijakan dilakukan secara drastis.

Kebijakan Baru Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan menerbitkan aturan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam mulai Juni 2026.

Dalam aturan tersebut, ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan lainnya akan dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Tujuan Penguatan Pengawasan

Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk memperkuat pengawasan ekspor, meningkatkan penerimaan negara, serta menekan praktik under-invoicing dan pelarian devisa.

Meski demikian, pelaku industri berharap kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi lapangan agar tidak mengganggu ekosistem perdagangan yang sudah berjalan.

Kekhawatiran dari pelaku industri menunjukkan adanya tantangan dalam menyeimbangkan pengawasan dan fleksibilitas pasar.

Pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan kontrol, tetapi juga menjaga daya saing Indonesia di pasar global.

Berita Terbaru

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional50 menit lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional1 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional1 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang3 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional3 jam lalu
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional3 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat3 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional3 jam lalu