Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Harga BBNI Hari Ini di Rp3.710, Potensi Rebound Jelang Dividen!

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|10:40 WIB
Bagikan:
Harga BBNI Hari Ini di Rp3.710, Potensi Rebound Jelang Dividen!
Harga BBNI Hari Ini di Rp3.710, Potensi Rebound Jelang Dividen!

PASUNDAN EKSPRES.ID – Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau juga sering disebut harga BBNI pada Senin, 20 April 2026, terpantau relatif stabil di kisaran Rp3.700 – Rp3.730 setelah penutupan akhir pekan lalu. Berdasarkan data perdagangan hingga Jumat (17 April 2026), saham BBNI ditutup di level Rp3.710, naik Rp10 atau +0,27% dibandingkan hari sebelumnya. Volume transaksi mencapai sekitar 22,71 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp578 miliar.

Rentang harga BBNI harian pada 17 April berada di antara Rp3.690 (terendah) hingga Rp3.740 (tertinggi).

Harga ini masih berada di zona bawah dibandingkan level awal April yang sempat menyentuh Rp3.780 – Rp3.820, tetapi jauh di atas level terendah 52 minggu di Rp3.510 (tercatat awal April 2026).

Secara year-to-date (YTD) hingga pertengahan April 2026, saham BBNI mengalami pelemahan sekitar 0,54% – 2,37%, meski sempat rebound di beberapa sesi.

Faktor yang Mempengaruhi Harga BBNI Saat Ini

Pergerakan harga BBNI dipengaruhi beberapa sentimen utama:

- Dividen Tahun Buku 2025: BNI telah membagikan dividen tunai sebesar Rp349,41 per saham (total Rp13,03 triliun).

Cum dividend pasar reguler berlangsung hingga 20 April 2026, sehingga banyak investor ritel dan institusi masih memegang saham untuk menikmati dividen.

Ex-dividend jatuh pada 21 April 2026, yang biasanya memicu penyesuaian harga (dividend adjustment) sekitar Rp349 per saham.

- Fundamental Perbankan: BNI sebagai bank BUMN besar menunjukkan pertumbuhan kredit yang stabil, meski ada tekanan dari suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi. Analis memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sekitar

- Sentimen Pasar: IHSG yang fluktuatif, net foreign sell di sektor perbankan, serta kekhawatiran global (inflasi AS dan geopolitik) turut memengaruhi pergerakan BBNI.

Prediksi Pergerakan BBNI Dalam Seminggu ke Depan (20–27 April 2026)

Analis dari berbagai sekuritas memberikan pandangan mixed hingga mildly bullish untuk minggu ini:

Skenario Bullish:

- Jika BBNI mampu bertahan di atas support Rp3.690 – Rp3.700 dan break resistance Rp3.740 – Rp3.770, harga berpotensi naik menuju Rp3.840 – Rp3.890 (target jangka pendek). Beberapa analis seperti dari BNI Sekuritas dan Liputan6 merekomendasikan “Buy on Break” di atas Rp3.770.

- Sentimen positif dari dividen yang masih fresh dan antisipasi laporan keuangan kuartal I 2026 (direncanakan akhir April) bisa menjadi katalis rebound.

Skenario Bearish / Koreksi:

- Setelah ex-dividend (21 April), harga biasanya mengalami penyesuaian teknikal. Ada risiko koreksi menuju support Rp3.650 – Rp3.600 jika volume jual meningkat.

- Rentang perdagangan mingguan diprediksi berada di Rp3.600 – Rp3.850, dengan volatilitas sedang akibat fluktuasi IHSG.

Konsensus Umum:

- Mayoritas analis (18 Buy, 0 Sell dari 22 analis) memberikan rating Strong Buy pada harga BBNI dengan target harga 12 bulan rata-rata Rp4.958 (upside potensial +33,63%). Target tertinggi mencapai Rp5.700, terendah Rp3.800.

- Secara teknikal, indikator seperti MACD dan Stochastic menunjukkan zona oversold, membuka peluang pantulan naik jangka pendek. Namun, tren jangka menengah masih sideways hingga cenderung lemah.

Analis dari TradingView dan Stockbit memproyeksikan zona beli untuk harga BBNI di Rp3.600 – Rp3.700 dengan target jangka menengah Rp4.500 – Rp5.200 jika fundamental perbankan terus membaik.

Tips

1. Jangka Pendek: Pantau level Rp3.690 sebagai support krusial. Bisa akumulasi di area tersebut jika volume beli meningkat.

2. Strategi Dividen: Investor yang sudah cum dividend bisa hold hingga pembayaran, sementara yang baru masuk disarankan wait and see pasca ex-dividend.

3. Risiko: Volatilitas tinggi di sektor perbankan. Gunakan stop loss di bawah Rp3.650 untuk proteksi.

4. Diversifikasi: Kombinasikan dengan saham big bank lain seperti BBRI atau BBCA untuk menyeimbangkan portofolio.

Hingga pagi 20 April 2026, belum ada pengumuman besar yang menggerakkan harga BBNI secara signifikan. Pelaku pasar disarankan memantau rilis laporan keuangan kuartal I dan data ekonomi makro Indonesia.

Berita Terbaru

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang6 menit lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang26 menit lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang26 menit lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional1 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle1 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang1 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle1 jam lalu
Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Subang2 jam lalu
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Lifestyle2 jam lalu