Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jepang Miliki Teknologi Anti Gemapa, Tapi Kenapa Rumah-Bangunan Hancur?

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|11:38 WIB
Bagikan:
Jepang Miliki Teknologi Anti Gemapa, Tapi Kenapa Rumah-Bangunan Hancur?
Gempa dengan kekuatan 7,6 magnitudo tengah menghantam Negara Jepang kemarin. Ada banyak bangunan, rumah, jalan yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Gempa dengan kekuatan 7,6 magnitudo tengah menghantam Negara Jepang kemarin. Ada banyak bangunan, rumah, jalan yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. 

Hal inipun menimbulkan pertanyaan, kenapa bangunan-rumah tersebut hancur. Mengigat Jepang mempunyai Teknologi bangunan anti gempa? 

Dikutip dari Housing Jepang, Jeoang ternyata berada di wilayah yang cukup rawan gempa dan aktif seismik. Meski negara tersebut sudah mengembangkan aturan dan mengharuskan bangunan dibuat tahan gempa. 

Tapi aturan tersebut harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis tanah, kedalaman pondasi bangunan dan ketinggian bangunan. 

Hal tersebut mengharuskan bangunan mempunyai struktur fleksibel yang dapat bergerak bersama tanah saat terjadi gempa, serta sistem peredaman untuk meredam guncangan gempa. 

Hal penting lainnya adalah penggunaan teknologi canggih. Bangunan tersebut harus dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang dapat mendeteksi gempa serta mematikan gas dan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran secara otomatis.

Di Jepang, ada peraturan ketat dalam hal desain dan inspeksi bangunan yang memastikan ketahanan terhadap gempa bumi dan bencana alam lainnya. 

Selain itu, semua bangunan di Jepang wajib menjalani pemeriksaan keselamatan secara rutin setiap 10 tahun sekali guna memastikan kekuatan terhadap gempa dan keselamatan penghuninya. 

Kebijakan ini membantu menjaga integritas struktural bangunan dan memberikan ketenangan pikiran bagi para penghuni dan pemilik properti. 

Lantas kenapa masih banyak bangunana yang hancur? 

Sumber lain menyebutkan, kemungkinan hal tersebut terjadi karna usia bangunan dan seberapa besar kekuatan gempa. 

Contohnya, Sebuah bagunan atau rumah yang sudah didesain tahan gempa dengan kekuatan sedang. Maka rumah tersebut bisa saja rusak bila gempa tersebut terjadi lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. 

Seorang ahli konstruksi menyebut, kesimpulannya rumah akan tahan gempa pada batasan kekuatan tertentu dan seberapa lama usia bangunan tersebut.

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga5 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang7 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang7 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang7 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional8 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional10 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle10 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta10 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat10 jam lalu