Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|12:54 WIB
Bagikan:
Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia
Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia. (Foto: laman resmi Kemenag)

PASUNDAN EKSPRES - Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Abdul Rochman menjawab kritikan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah terkait kuota prioritas jemaah haji lansia.

Sebelumnya, Luluk mengkritik Kementerian Agama tidak memprioritaskan untuk menuntaskan antrean jemaah haji lanjut usia (lansia). 

Luluk lalu menyebut ada sekitar 35 ribu calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dengan umur 80-90 tahun yang masih dalam antrean.

Abdul Rochman sebagai Koordinator Staf Khusus Menteri Agama mengatakan bahwa Kementerian Agama justru memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji lansia. 

Bahkan, tagline penyelenggaraan ibadah haji dalam dua tahun terakhir adalah "Haji Ramah Lansia".

Salah satu upaya yang dilakukan terkait perhatian itu adalah mengalokasikan kuota prioritas lansia. 

Jumlahnya hingga 5% dari kuota normal jemaah haji reguler tahun ini, yakni 203.320 jemaah.

"Luluk keliru jika menilai Kemenag tidak fokus menyelesaikan antrean jemaah lansia. Sebab, dalam dua tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji, ada 5% kuota prioritas lansia. Meski sayangnya, itu juga tidak terserap semua," ucap Abdul di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (19/7).

Menurutnya, prinsip dasar keberangkatan ibadah haji adalah sesuai urutan nomor porsi. 

Pasal 26 Peraturan Menteri Agama No 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler mengatur bahwa pengisian kuota jemaah haji diperuntukkan bagi tiga pihak. 

Pertama, Jemaah Haji Reguler tunda berangkat. "Maksudnya, sudah lunas dan bisa berangkat tahun lalu, tapi jemaah tersebut menunda karena beragam alasan," tuturnya.

Kedua, Jemaah Haji Reguler masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan. 

"Ini kita tetapkan berdasarkan urutan nomor porsi, untuk memenuhi prinsip keadilan dalam antrean," sebutnya.

Ketiga, prioritas Jemaah Haji Reguler lanjut usia. Pasal 25 PMA No 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler ayat (1) mengatur bahwa prioritas lansia diperuntukkan bagi jemaah dengan usia paling rendah 65 (enam puluh lima) tahun dengan persentase tertentu. 

Sementara pada ayat (2) diatur bahwa pemberian prioritas kuota lansia dilakukan secara sistem berdasarkan urutan usia tertua dan/atau masa tunggu di masing-masing provinsi, serta telah mendaftar paling singkat lima tahun sebelum keberangkatan jemaah haji kloter pertama.

"Tahun ini, ditetapkan besaran prioritas lansia adalah 5% dari kuota normal. Dari 203.320 kuota normal jemaah haji reguler, kita alokasikan 10.166 prioritas lansia yang memenuhi kriteria. Sampai dengan akhir penutupan, yang melakukan pelunasan 4.500 jemaah atau sekitar 44%," jelasnya.

"Sebanyak 5.666 kuota prioritas lansia yang tersisa, pada akhirnya diisi oleh jemaah yang telah melunasi biaya haji namun dengan status cadangan. Ini juga tentu berdasarkan urutan nomor porsi," sambungnya.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jemaah lansia dengan rentang usia 80 – 89 tahun saat ini, jumlahnya 34.421.

Menurut Abdul, ada banyak alasan jemaah tidak mengambil kesempatan mengisi kuota prioritas lansia, baik aspek ekonomi, kesiapan fisik, atau bisa juga berkenaan dengan pendamping lansia. 

Maksudnya, ada jemaah yang berharap saat berangkat ada pendampingnya, namun jemaah yang akan mendampingi belum memenuhi kriteria berangkat tahun ini. Sehingga, ada yang memilih untuk menunggu.

"Tentu ada banyak faktor ketika jemaah lansia tidak melakukan pelunasan biaya haji meski sudah kita buka peluangnya melalui skema prioritas lansia. Kemenag tentu tidak bisa memaksa jemaah untuk melunasi, apalagi sampai mengharuskan," ujarnya.

"Jadi faktanya, kesempatan sudah diberikan untuk lansia dan jemaah tidak semua melakukan pelunasan biaya haji tahun ini," pungkasnya. (inm)

Berita Terbaru

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

Nasional39 menit lalu
Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Nasional1 jam lalu
Mahasiswa Gelar Demo 28 Oktober 2026, Ini Daftar 5 Tuntutan Demo Hari Ini!

Mahasiswa Gelar Demo 28 Oktober 2026, Ini Daftar 5 Tuntutan Demo Hari Ini!

Nasional1 jam lalu
Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle2 jam lalu
Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Nasional2 jam lalu
BEM UI Gelar Aksi #IndonesiaSadar, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

BEM UI Gelar Aksi #IndonesiaSadar, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

Nasional2 jam lalu
IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

Opini3 jam lalu
Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Nasional3 jam lalu
Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Olahraga3 jam lalu
Kemenag Jawab Kritik Politisi PKB Luluk Soal Kuota Prioritas Jemaah Haji Lansia | Pasundan Ekspres