Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Sampaikan Surat Permohonan Maaf Untuk Pendukung Prabowo-Gibran

PASUNDANEKSPRES.ID - Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, membuat surat permohonan maaf terbuka yang ditujukan kepada para pendukung pasangan nomor urut 02, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada Pemilu 2024 yang lalu.
Dilansir dari Disway.id surat itu sengaja disusun oleh Tiyo Ardianto agar dapat diisi sekaligus ditandatangani oleh para pendukung 02 yang saat itu memberikan suara dan memilih Prabowo-Gibran.
Tiyo kembali melontarkan narasi “Presiden Bodoh” yang sebelumnya juga sempat beberapa kali ia sampaikan.
“Memilih pemimpin bodoh itu kesalahan, tapi membiarkannya terus berkuasa itu kebodohan. Silakan,” tulis Tiyo Ardianto lewat caption.
Surat tersebut secara tegas berisi ungkapan permohonan maaf maupun penyesalan karena telah memilih pasangan 02 pada Pemilu 2024 yang lalu.
Surat Permohonan Maaf Untuk Pendukung Prabowo-Gibran
Begini isi surat tersebut:

SURAT PERMOHONAN MAAF
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama :
Alamat :
Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah memilih PRABOWO - GIBRAN pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2024.
Demikian permohonan maaf ini saya buat sebagai bentuk PENYESALAN karena melihat betapa BOBROKNYA ΚΕΡΕΜΙMPINAN NASIONAL hari ini yang menjadi jalan pintas kehancuran bangsa ditandai dengan berkuasanya orang-orang tanpa kompetensi, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi.
Hormat saya,
Belakangan ini, Tiyo Ardianto terus menyoroti berbagai kondisi terkini di Indonesia, mulai dari anjloknya IHSG hingga nilai tukar rupiah yang terus melemah sampai menyentuh level Rp17.600 per dolar AS.
Sorotan itu memuncak ketika Presiden Prabowo Subianto menanggapi kenaikan kurs dolar terhadap rupiah dengan santai dan menyatakan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar.
“Mau Dolar naik berapa ribu kek,” ujar Prabowo.
Pada Pemilihan Presiden di tahun 2024, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing, yakni:
- (1) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar
- (2) Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka
- (3) Ganjar Pranowo – Mahfud Md
Berdasarkan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Prabowo-Gibran keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara sebesar 58 persen.
