Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menteri Mukhtarudin & Sofyan Djalil Kolaborasi Kuatkan Pelatihan 500 Ribu Tenaga Kerja Welder-Hopitality

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|18:23 WIB
Bagikan:
Menteri Mukhtarudin & Sofyan Djalil Kolaborasi Kuatkan Pelatihan 500 Ribu Tenaga Kerja Welder-Hopitality
Menteri Mukhtarudin

PASUNDANEKSPRES.ID - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) Indonesian Business Council (IBC), Dr. Sofyan A. Djalil, di kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Jumat 7 November 2025.

Pertemuan ini menekankan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mukhtarudin menyoroti komitmen kuat Presiden Prabowo terhadap para pekerja migran Indonesia di luar Negeri.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) siap berkolaborasi dengan IBC terkait program pelatihan 500 ribu tenaga kerja di bidang welder, hospitality, perawat dan sektor skills worker sesuai arahan Prabowo.

"Beberapa kali kita rapat terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto, selalu menekankan dan konsen terhadap para pekerja migran Indonesia," ujar Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin mengatakan bahkan dalam setiap kunjungan bilateral Presiden Prabowo, isu pekerja Migran menjadi prioritas utama, termasuk program pelatihan skill untuk 500 ribu tenaga kerja Welder dan Hospitality.

Mukhtarudin mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 triliun untuk mendukung 500 ribu Pekerja Migran potensial.

"Anggaran 15 Triliun ini diharapkan bisa menghasilkan devisa masuk hingga Rp90 triliun," imbuh Mukhtarudin.

Kementerian P2MI akan memimpin sektor ini dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir. "Jadi saya kira pertemuan dengan IBC ini momentum pas, dalam memperkuat sistem maupun tata kelola," imbuh Mukhtarudin.

Pertemuan ini juga membahas revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan pekerja migran. Mukhtarudin berharap pembahasan di masa sidang DPR RI segera selesai.

"Mudah-mudahan masa sidang ini mulai dibahas, revisi UU sudah bisa selesai," ungkapnya.

Kolaborasi dengan beberapa kementerian terkait juga menjadi salah satu program quick win yang ditekankan. Mengingat, Presiden Prabowo juga meminta percepatan program pendidikan vokasi.

Menteri Mukhtarudin mengatakan langkah ini diambil guna memastikan Pekerja Migran yang diberangkatkan memiliki daya saing tinggi di pasar Global.

"Saya ingin ke depan sistem terbangun. Saya pelajari Filipina, saya lihat remitansi mereka tinggi. Maka vokasi ini penting demi memanfaatkan bonus demografi dan menciptakan tenaga kerja produktif," tandas Menteri Mukhtarudin.

Sementara itu, Dr. Sofyan A. Djalil menyambut baik inisiatif ini. IBC, sebagai lembaga yang didirikan oleh para pengusaha untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara, kini siap mendukung upaya pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Pengangguran perkotaan makin tinggi. Ini salah satu yang kita pikirkan. Apa yang kita pikirkan Ini juga sejalan dengan visi Pak Menteri yang harus diformulasikan dan sesuai dengan kebijakan pemerintah saat ini" katanya.

Sofyan menegaskan penguatan kolaborasi IBC dengan KP2MI akan mendorong mobilisasi tenaga kerja, terutama menjelang Hari Migran Internasional pada 18 Desember mendatang.

IBC berjanji membantu dari sisi konsep dan advokasi agar target 500 ribu PMI terwujud. Menanggapi hal itu, Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah untuk mengirim tenaga kerja berkualitas tinggi.

Pertemuan ini merupakan yang keempat kalinya IBC bertemu dengan menteri terkait, meski dengan Mukhtarudin baru yang pertama. Saat ini, KP2MI juga sedang menyusun Grand Design untuk sistem perlindungan Pekerja Migran yang lebih komprehensif.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja Migran tetapi juga memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang lebih besar.*

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta3 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang3 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga5 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle5 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang5 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle5 jam lalu