Pelantikan PP PABPDSI, Kepala Staf Kepresidenan: Masa Depan Indonesia Ditentukan Kemajuan 75.000 Desa

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua Dewan Pembina Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan, pembangunan desa merupakan bagian yang sangat penting dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Khususnya, kata dia, Asta Cita yang keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
"Masa depan Indonesia ini sangat ditentukan oleh kemajuan dari 75.000 desa yang menjadi ruang hidup sebagian besar masyarakat Indonesia," kata Dudung usai melantik Pengurus Pusat (PP) PABPDSI Masa Bhakti 2026-2032 yang digelar di Taman Pasanggrahan Pajajaran Purwakarta, Senin (13/7/2026).
Dudung menegaskan, desa harus dipandang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di samping potensi sumber daya alamnya. Kekuatan utama desa, sambungnya, terletak pada modal sosial berupa budaya gotong royong, musyawarah, solidaritas, dan rasa saling percaya yang telah menjadi karakter masyarakat desa.
"Badan Permusyawaratan Desa atau BPD memiliki posisi yang sangat strategis dalam tata kelola pemerintahan desa. Yakni, dalam mengawal program prioritas yang menyentuh program-program pemerintah atau program prioritas Bapak Presiden," ujarnya.
Secara khusus Dudung mengucapkan selamat kepada Ferry Ardiansyah yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum PABPDSI. Ia mengapresiasi kepemimpinan Ferry di periode yang pertama, sehingga masih mendapat kepercayaan dari seluruh anggota untuk memimpin di periode yang keduanya ini.
"Saya meyakini bahwa Kang Ferry mampu mengelola organisasi ini dengan baik sehingga PABPDSI ini ke depannya akan semakin maju," ucap Dudung.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal, Yandri Susanto, menyebutkan, pelantikan hari ini merupakan hasil munas yang dilaksanakan di Kemendes beberapa bulan yang lalu.
"Saya bergembira hari ini Kepala Staf Kepresidenan langsung hadir. Ini artinya kolaborasi yang sangat kuat dan sangat mengakar. Oleh karena itu saya meyakini PABPDSI ke depan akan memberi warna yang lebih hebat lagi. Karena BPD itu sana dengan DPR-nya desa," kata Yandri.
Ia mengungkapkan, semua persoalan desa, seperti musrenbangdes, kemudian anggaran desa, termasuk lahirnya koperasi desa itu, oleh BPD dibuat forum yang namanya musyawarah desa, dan itu memang ada di ranah Kementerian Desa.
"Oleh karena itu, pesan saya perkuat kekompakan dan kolaborasi. Karena dengan begitu maka Asta Cita keenam itu benar-benar akan terwujud," ujar Yandri menambahkan.
Ia menjelaskan, di Kemendes dari Asta Cita keenam itu ada 12 aksi bangun desa. Di antaranya ada Badan Usaha Milik Desa, kopdes, desa tematik, desa wisata, desa ekspor dan lain sebagainya. Karenanya, harus dipastikan semua unit BPD melalui PABPDSI ini benar-benar bergerak on the track.
"Sehingga kita bisa mengawal program strategis Bapak Presiden ini benar-benar sukses dan pada akhirnya bisa dinikmati oleh rakyat. Oleh karena itu, saya tegaskan kembali, jaga kekompakan, jaga kebersamaan, dan bangun komunikasi dengan semua pihak," ucapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 10.000 anggota BPD dari berbagai provinsi menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat PABPDSI Masa Bhakti 2026–2032, yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Pusat IKAPABPDSI serta Pengesahan Enam Satuan Tugas Nasional (Satgasnas) PABPDSI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Orientasi Nasional dan Rapat Kerja Pengurus Pusat pada 11–12 Juli 2026 di Hotel Prime Plaza Purwakarta dengan mengusung tema "Berdesa, Berbangsa dan Bernegara". Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta terbaik yang terdiri atas calon Pengurus Pusat PABPDSI, Pengurus Pusat IKAPABPDSI, serta anggota Satgas Nasional dari seluruh Indonesia.
Orientasi tersebut dirancang sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kapasitas tata kelola organisasi, serta penyamaan visi dalam mengawal pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.(add)
