Polemik Motor Listrik BGN, Sorotan Publik Beralih ke Transparansi Anggaran

PASUNDANEKSPRES.ID - Viralnya video ratusan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya memancing rasa penasaran publik, tetapi juga memicu diskusi lebih dalam soal transparansi penggunaan anggaran negara.
Mengutip dari Instagram subang.info, video yang memperlihatkan deretan motor listrik masih terbungkus plastik itu langsung menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Di tengah viralnya video tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindayana, telah memberikan klarifikasi bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 dan masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada keberadaan motor tersebut, melainkan juga pada bagaimana proses pengadaannya dilakukan.
Metode e-purchasing yang digunakan dalam pengadaan ini menjadi salah satu poin yang disorot. Beberapa pihak menilai sistem tersebut belum sepenuhnya transparan dan sulit dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
Selain itu, perbedaan informasi terkait jumlah unit—antara kabar yang menyebut puluhan ribu hingga klarifikasi resmi sebanyak 21.801 unit—ikut menambah kebingungan di tengah publik.
Kondisi ini diperparah dengan situasi keuangan negara yang tengah mengalami tekanan, sehingga setiap penggunaan anggaran dalam jumlah besar menjadi perhatian lebih.
Akibatnya, isu ini berkembang menjadi pembahasan yang lebih luas mengenai akuntabilitas lembaga pemerintah dalam mengelola dana publik.
Bukan hanya soal motor listrik, tetapi juga bagaimana kebijakan dan pengeluaran negara dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
