Profil Wardah Fauziah, Ketua Jurusan Termuda Mengharumkan Nama POLSUB dengan Inovasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Sosok Wardah Fauziah menjadi salah satu figur inspiratif di dunia pendidikan vokasi kesehatan. Dosen sekaligus Ketua Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang (POLSUB) ini berhasil menorehkan berbagai prestasi akademik, penelitian, inovasi, hingga pengabdian masyarakat yang mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Jurusan Termuda, Wardah Fauziah
Wardah Fauziah saat ini dipercaya memimpin Jurusan Kesehatan POLSUB dan tercatat sebagai Ketua Jurusan termuda di Politeknik Negeri Subang.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Jurusan Kesehatan termuda di lingkungan Politeknik Negeri se-Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Jurusan Kesehatan POLSUB terus berkembang melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai program akademik, kompetisi mahasiswa, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa keperawatan terus digalakkan. Berkat komitmen tersebut, Jurusan Kesehatan POLSUB berhasil menjadi salah satu jurusan unggulan yang dimiliki Politeknik Negeri Subang dan semakin diperhitungkan dalam dunia pendidikan vokasi kesehatan.
Prestasi Wardah Fauziah tidak hanya tercatat di tingkat institusi, tetapi juga mendapat pengakuan secara nasional. Pada tahun 2023, ia berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional dalam Lomba Inovasi Perguruan Tinggi Negeri Penyelenggara Pendidikan Vokasi Keperawatan pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat.
Pada tahun yang sama, ia juga berhasil mengantarkan mahasiswa POLSUB meraih Juara V Rekognisi Prestasi Mahasiswa Vokasi Keperawatan Tingkat Nasional kategori Perguruan Tinggi Negeri.
Konsistensinya dalam dunia pendidikan dan pengembangan kompetensi keperawatan kembali mendapat apresiasi pada tahun 2025. Wardah dinobatkan sebagai Narasumber Terbaik dalam Webinar Tips dan Trik Uji Kompetensi Perawat Nasional yang diikuti seluruh perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi keperawatan di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Di tingkat internasional, prestasi Wardah Fauziah semakin bersinar. Ia berhasil meraih Juara V International Competition kategori Lecture on Community Service Video dengan tema “Global Nursing Excellence Through Collaboration and Competition”. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPVIKI) Regional Jawa Barat–Banten tersebut diikuti berbagai institusi pendidikan vokasi keperawatan dari berbagai negara.
Tidak berhenti di sana, pada ajang yang sama Wardah juga meraih penghargaan Juara III Internasional kategori Best Message and Impact. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian membanggakan bagi Jurusan Kesehatan POLSUB sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki institusi tersebut dalam kancah global.
Dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, Wardah Fauziah dikenal aktif mengembangkan kajian pada bidang Keperawatan Medikal Bedah dan Keperawatan Gawat Darurat. Ia telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang terindeks Google Scholar dan Scopus, serta memiliki rekam jejak sitasi akademik yang menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan evidence-based nursing.
Sejumlah penelitian yang telah dihasilkannya mencakup pengembangan Early Warning Score (EWS) untuk memprediksi mortalitas pasien, terapi relaksasi napas dalam bagi lansia penderita hipertensi, progressive muscle relaxation untuk pasien hipertensi, analisis kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, hingga penelitian pemanfaatan teh hijau untuk mengurangi nyeri menstruasi pada mahasiswi.
Selain aktif meneliti, Wardah Fauziah juga dikenal produktif dalam menghasilkan inovasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Salah satu inovasi unggulannya adalah pengembangan aplikasi screening jantung berbasis Android sebagai upaya promotif dan preventif terhadap serangan jantung.
Wardah Fauziah juga berkontribusi dalam pengembangan modul logbook kompetensi keterampilan keperawatan serta karya ilmiah berbasis self-care deficit theory pada kasus superior vena cava syndrome.
Komitmennya terhadap pengabdian masyarakat diwujudkan melalui berbagai program edukasi kesehatan bagi masyarakat pesisir dan kelompok rentan. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian luas adalah pendidikan Basic Life Support (BLS) bagi komunitas nelayan pesisir Blanakan, Kabupaten Subang.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.
Ia juga dipercaya sebagai Ketua Tim Matching Fund Pengembangan dan Pengujian Aplikasi Screening Jantung Berbasis Android, Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan, Ketua Tim Program Kompetitif Nasional Modernisasi Alat Laboratorium POLSUB Tahun 2024, serta Ketua Sub Regional Asosiasi Pendidikan Vokasi Keperawatan wilayah Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi.
Atas berbagai capaian tersebut, nama Wardah Fauziah tercatat dalam pemeringkatan ilmuwan POLSUB pada bidang Medical and Health Sciences/Nursing berdasarkan indikator publikasi dan sitasi akademik. Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai akademisi muda yang berkontribusi besar dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.
Prestasi yang diraih Wardah Fauziah menjadi bukti bahwa dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian dapat membawa institusi pendidikan vokasi daerah bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kiprahnya diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa kesehatan, untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Prestasi yang saya raih bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, mulai dari pimpinan institusi, rekan dosen, mahasiswa, hingga mitra kerja yang selama ini bersama-sama membangun Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Subang," ujarnya.
Wardah menegaskan bahwa berbagai penghargaan yang diraihnya menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam pengembangan pendidikan vokasi kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing.
"Saya berharap capaian ini dapat menjadi semangat bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus belajar, meneliti, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global," tambahnya.
Sementara itu, Wardah juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan teknologi kesehatan, riset terapan, dan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis kebutuhan lokal," ungkapnya.
Menurut Wardah, keberhasilan yang diraih Jurusan Kesehatan POLSUB selama ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi vokasi daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami ingin membuktikan bahwa institusi pendidikan vokasi di daerah juga mampu menghasilkan karya, penelitian, dan inovasi yang berdampak luas. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang kuat, tidak ada batas untuk meraih prestasi," pungkasnya.(znl)
