Rekam Jejak Nanik S Deyang: Dari Dunia Pers ke Kursi Strategis Negara

PASUNDANEKSPRES.ID - Nama Nanik S Deyang kembali mencuat ke publik setelah Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini menggantikan Dadan Hindayana dan menambah catatan baru dalam rekam jejak Nanik S Deyang di pemerintahan.
Keputusan tersebut memunculkan kembali sorotan terhadap perjalanan panjang rekam jejak Nanik S Deyang yang dikenal aktif di dunia media, politik, hingga jabatan strategis negara.
Rekam Jejak Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pejabat Negara
Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968. Karier awalnya dimulai dari dunia jurnalistik, saat bergabung sebagai wartawati di Tabloid Bangkit.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun kemampuan komunikasi dan penguasaan isu publik.
Seiring waktu, rekam jejak Nanik S Deyang berkembang ke ranah kebijakan publik. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, posisi yang membuatnya terlibat langsung dalam strategi pengentasan kemiskinan dan program kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan tersebut berlanjut ketika pada 17 September 2025, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Pada saat yang sama, ia mengakhiri tugas di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk fokus pada isu gizi nasional.
Nanik S Deyang di Dunia Politik dan Pemerintahan
Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur pada Pilpres 2019, yang mendukung pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
Kedekatannya dengan Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor yang membuat rekam jejak Nanik S Deyang terus berada dalam lingkaran strategis politik nasional. Ia kemudian dipercaya mengisi berbagai posisi penting, termasuk Wakil I BP Taskin periode 2024–2029.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) berdasarkan keputusan Kementerian BUMN pada 2025.
Namun, perjalanan kariernya juga tidak lepas dari kontroversi. Pada 2018, namanya terseret dalam kasus penyebaran informasi terkait Ratna Sarumpaet yang kemudian terbukti tidak benar.
Ia sempat diperiksa aparat penegak hukum dan bersaksi di persidangan terkait kasus tersebut.
Pada 2019, rekam jejak Nanik S Deyang kembali terlihat saat aktif sebagai Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres. Di tahun-tahun berikutnya, ia tetap berada dalam lingkaran dekat politik nasional dan berbagai program pemerintahan.
Jabatan Baru Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Memasuki 2025 hingga 2026, rekam jejak Nanik S Deyang semakin menanjak setelah dipercaya menangani sektor gizi nasional yang menyasar jutaan anak Indonesia setiap hari.
Posisi Kepala BGN menjadi tanggung jawab besar yang kini melekat pada dirinya.
Penunjukan ini sekaligus menegaskan posisi strategis rekam jejak Nanik S Deyang dalam pemerintahan Prabowo Subianto, terutama dalam isu ketahanan gizi nasional yang menjadi salah satu program prioritas.
(pm)
