Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H, Laporan Rukyatul Hilal dari Titik-Titik Konfirmasi Disampaikan ke Menteri Agama, Hasil Akhir Tunggu Musyawarah Malam Ini

PASUNDAN EKSPRES.ID - Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI hari ini, Selasa (17/2/2026), memasuki tahap krusial dengan penyampaian laporan rukyatul hilal (pengamatan hilal) dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia langsung kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Laporan ini menjadi bahan utama musyawarah tertutup untuk menentukan apakah 1 Ramadhan jatuh besok Rabu (18/2) atau lusa Kamis (19/2).
Sidang yang akan dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium H.M. Rasjidi (atau Hotel Borobudur sebagai lokasi alternatif sesuai penyesuaian) ini menerima laporan dari 96 titik rukyatul hilal nasional yang tersebar di berbagai provinsi.
Beberapa titik konfirmasi utama yang telah melaporkan hasil pengamatan meliputi:
- Aceh: Pantai Lhoknga dan Bukit Blang Pase.
- Sumatera Utara: Pantai Serdang Bedagai dan Bukit Siguntang.
- Sumatera Barat: Pantai Air Manis Padang dan Bukit Tinjau.
- Jawa Barat: Pantai Baro Gebang (Cirebon), Gunung Babakan, dan Pantai Pangandaran.
- Jawa Tengah: Pantai Kartini Jepara, Gunung Muria Kudus, dan Pantai Ujung Negoro Batang (total 15 titik di Jateng).
- Jawa Timur: Pantai Duta, Gunung Pandan, dan Bukit Wonocolo.
- Sulawesi Selatan: Observatorium Unismuh Makassar.
- Bali dan NTB: Pantai Serangan dan Bukit Batu Layar.
- Kalimantan dan Papua: Titik pantau di Pontianak, Banjarmasin, Manokwari, dan Jayapura.
Laporan dari perukyah (pengamat hilal) di titik-titik tersebut dikumpulkan secara real-time dan disampaikan dalam sesi verifikasi sebelum sidang tertutup pukul 18.30 WIB.
Berdasarkan data hisab (perhitungan) awal dari BMKG dan BRIN, posisi hilal pada maghrib 17 Februari 2026 berada di kisaran ketinggian -2° hingga -0° (masih di bawah ufuk) dengan elongasi belum memenuhi kriteria MABIMS (minimal tinggi 3° dan elongasi 6,4°).
Hal ini membuat kemungkinan hilal tidak terlihat tinggi, sehingga Syaban diprediksi digenapkan 30 hari, dan 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya laporan dari titik konfirmasi ini sebagai bukti lapangan yang melengkapi hisab astronomi. "Laporan rukyat dari seluruh titik pemantauan menjadi konfirmasi nyata, kami musyawarahkan bersama ormas Islam, MUI, ahli falak, BMKG, dan DPR untuk keputusan yang terbaik bagi kesatuan umat," ujarnya (17/02).
Hasil akhir sidang diumumkan melalui konferensi pers pukul 19.05 WIB, disiarkan langsung via YouTube Kemenag RI, Bimas Islam TV, TikTok, dan Instagram Bimas Islam.
Pengumuman ini menjadi acuan resmi nasional, meski Muhammadiyah telah menetapkan 18 Februari 2026 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal.
