Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Terhimpit Sejarah Tragedi Bintaro 1987, Kisah Pilu Masinis Slamet Suradio yang Terlupakan

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|13:16 WIB
Bagikan:
Terhimpit Sejarah Tragedi Bintaro 1987, Kisah Pilu Masinis Slamet Suradio yang Terlupakan
Kisah Pilu Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1987. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

PASUNDANEKSPRES.ID - Nama Slamet Suradio tak pernah benar-benar lepas dari bayang-bayang Tragedi Bintaro 1987 salah satu kecelakaan kereta api paling kelam dalam sejarah Indonesia. Namun di balik catatan resmi dan putusan hukum, tersimpan kisah panjang yang hingga kini menyisakan tanda tanya.

Sejarah Tragedi Bintaro 1987

Slamet merupakan masinis KA-225 yang saat itu bertugas mengoperasikan rangkaian kereta menuju Jakarta. Ia kemudian ditetapkan sebagai terdakwa dalam insiden maut yang menewaskan 139 orang dan melukai 254 lainnya. Tuduhan utama yang diarahkan kepadanya adalah memberangkatkan kereta tanpa izin dari petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).

Namun, menurut kesaksian dan cerita yang terus beredar, Slamet mengantongi surat PTP (Perintah Tertulis Perjalanan) yang menjadi dasar sah keberangkatan kereta. Dokumen tersebut diyakini sebagai bukti bahwa dirinya telah mendapatkan izin resmi untuk melaju.

Tragedi itu sendiri diduga dipicu oleh kesalahan komunikasi antara PPKA Stasiun Sudimara dan Stasiun Kebayoran. Informasi yang tidak sinkron menyebabkan dua kereta berada di jalur yang sama hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan.

Di tengah situasi genting menjelang benturan, Slamet juga dituduh melompat keluar dari lokomotif demi menyelamatkan diri. Namun versi lain menyebutkan sebaliknya. Ia disebut tetap berada di dalam kabin, berusaha keras menarik rem darurat hingga batas kemampuannya. Asisten masinis justru dikabarkan melompat keluar lebih dulu.

Benturan keras membuat Slamet terpental dari lokomotif. Ia mengalami luka serius, termasuk retak pada tulang pinggul dan cedera mata akibat pecahan kaca. Dalam kondisi terluka, ia bahkan sempat meminta orang lain menggandakan surat PTP yang masih tersimpan di sakunya dokumen yang disebut-sebut berlumuran darah itu menjadi simbol pembelaannya.

Selama perjalanan sebelum kecelakaan, Slamet mengaku tidak melihat adanya sinyal atau rambu darurat yang memerintahkan penghentian kereta. Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa ia telah menjalankan tugas sesuai prosedur.

Namun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, fakta-fakta tersebut tak cukup mengubah putusan. Slamet divonis bersalah. Bukti fotokopi surat PTP yang ia kumpulkan tak mampu menggoyahkan keputusan majelis hakim.

Pasca tragedi, hidup Slamet berubah drastis. Setelah mengabdi selama 23 tahun, ia diberhentikan tanpa pesangon. Dalam perjalanan hidupnya, ia juga mengaku mengalami tekanan untuk menandatangani sejumlah dokumen yang tidak jelas asal-usulnya.

Cobaan tak berhenti di situ. Rumah tangganya pun runtuh. Sang istri memilih berpisah dan menikah dengan orang lain, meninggalkan Slamet menghadapi hidup seorang diri.

Kini, di usia senja, Slamet menjalani hari sebagai penjual rokok eceran. Ia harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari rumahnya demi mencari nafkah. Bahkan, pernah ia tidak pulang selama dua bulan karena tak memiliki ongkos, dan memilih bermalam di musala.

Meski waktu terus berjalan, satu hal yang tak pernah berubah: harapan. Slamet masih menyimpan fotokopi surat PTP itu hingga kini sebuah bukti yang ia yakini dapat mengembalikan nama baiknya yang hilang ditelan sejarah.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline5 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat6 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle7 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang7 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 jam lalu