Tok! Target KUR Tahun Depan Naik jadi Rp320 T, Bunga Flat 6 Persen

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejumlah menteri menghadiri rapat evaluasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 serta membahas rencana penyaluran tahun 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Rapat berlangsung sejak pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 13.00 WIB.
Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan laporan mengenai realisasi penyaluran KUR sepanjang 2025. Ia menyebut penyaluran masih sesuai rencana.
"Dari target Rp286 triliun, alhamdulillah sudah tersalurkan Rp238 triliun atau sekitar 83 persen," ujarnya.
Untuk target debitur baru sebanyak 2,34 juta, Maman menyebut realisasinya telah mencapai 96 persen atau sekitar 2,25 juta debitur.
Selain itu, debitur naik kelas atau gradasi tercatat sebanyak 1,3 juta dari target 1,2 juta debitur.
Maman juga menegaskan penyaluran KUR untuk sektor produksi telah berada di atas target.
"Realisasi sektor produksi sudah 60,7 persen, melebihi target 60 persen. Insyaallah bisa tembus 61 persen pada akhir Desember," kata dia.
Maman menuturkan KUR UMKM memiliki potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 8–11 juta orang.
Namun, ia mengakui sebagian besar tenaga kerja UMKM masih berada di sektor informal.
“Kita akan menyiapkan program agar pelaku UMKM dari sektor informal dapat beralih ke sektor formal,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran KUR pada 2026. Maman mengungkapkan, komite menetapkan target sebesar Rp320 triliun khusus untuk sektor UMKM.
Dari jumlah tersebut, 65 persennya dialokasikan untuk sektor produksi, naik lima persen dari porsi sebelumnya.
Aturan Baru: Pengambilan KUR Tanpa Batas & Bunga Flat
Maman juga menjelaskan adanya aturan baru yang sedang disiapkan pemerintah. Salah satunya, penghapusan batas maksimal pengambilan KUR.
“Selama ini KUR hanya bisa diambil empat kali untuk sektor produksi dan dua kali untuk perdagangan. Sekarang dibuka, bisa beberapa kali sampai UMKM betul-betul kuat,” jelasnya.
Perubahan lainnya terkait suku bunga KUR. Jika sebelumnya bunga meningkat pada setiap pengajuan, mulai Januari 2026 seluruh bunga KUR ditetapkan flat 6 persen.
“Permenkonya sedang disiapkan dan rencananya berlaku awal Januari 2026,” kata Maman.
