Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Truk Listrik Mulai Kuasai Jalanan! Fuso eCanter Resmi Beroperasi di Jabodetabek, Biaya Operasional Diklaim Hemat hingga 40%

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|12:35 WIB
Bagikan:
Truk Listrik Mulai Kuasai Jalanan! Fuso eCanter Resmi Beroperasi di Jabodetabek, Biaya Operasional Diklaim Hemat hingga 40%
Truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter. Foto: /detikOto

PASUNDANEKSPRES.ID - Tren kendaraan Truk Listrik di Indonesia kini tidak lagi didominasi mobil penumpang dan sepeda motor. Truk listrik juga mulai mengaspal di jalanan Tanah Air. Salah satu yang terbaru adalah Mitsubishi Fuso eCanter yang resmi didistribusikan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dan sudah mulai beroperasi di kawasan Jabodetabek.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kendaraan niaga ramah lingkungan di Indonesia. KTB menegaskan kehadiran Fuso eCanter merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target pemerintah menuju sistem transportasi rendah emisi.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan Fuso eCanter menjadi truk listrik pertama yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dengan dukungan ekosistem yang lengkap.

"Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia. KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV Mobile Charger hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik," ujar Aji saat GIIAS 2026 di BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Mampu Tempuh 140 Kilometer Sekali Pengisian

Unit Fuso eCanter yang diserahkan kepada PT Fastana Logistik Indonesia menggunakan baterai tipe M berkapasitas 83 kWh. Dengan spesifikasi tersebut, truk listrik ini mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Selain itu, kendaraan memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) sebesar 6 ton yang dinilai ideal untuk kebutuhan distribusi logistik di wilayah perkotaan, khususnya kawasan Jabodetabek dengan rute pengiriman yang tetap.

Aji menjelaskan, Fuso eCanter juga dibekali teknologi eAxle yang mengintegrasikan gardan, motor listrik, gearbox, dan inverter dalam satu sistem. Teknologi tersebut membuat perawatan kendaraan menjadi lebih sederhana sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Fastana Pilih Truk Listrik Setelah Kajian Mendalam

Sementara itu, PT Fastana Logistik Indonesia mengungkapkan keputusan membeli Fuso eCanter tidak dilakukan secara terburu-buru. Perusahaan lebih dulu melakukan evaluasi selama sekitar dua bulan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, kesiapan operasional, hingga kualitas layanan purna jual.

Direktur PT Fastana Logistik Indonesia, Subagyo Raharjo, menyebut efisiensi biaya menjadi alasan utama perusahaan mulai beralih ke armada listrik.

"Pertama itu pasti kami melihat cost efficiency-nya. Karena ternyata ini bisa memberikan efek mungkin lebih dari 40% itu mungkin akan bisa menghemat operasional kami," kata Subagyo.

Hemat BBM hingga 41 Persen, Perawatan Lebih Ringan

Menurut Subagyo, dari sisi konsumsi energi saja perusahaan memperkirakan penghematan mencapai sekitar 41 persen dibandingkan armada berbahan bakar konvensional. Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan biaya perawatan yang diperkirakan juga akan lebih rendah.

Ia optimistis implementasi Fuso eCanter akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Jika hasilnya sesuai harapan, penggunaan truk listrik berpotensi diperluas ke perusahaan lain yang masih berada dalam Kapal Api Group.

"Kalau dari fuel-nya saja kami perhitungan sekitar 41% dari fuel-nya saja. Itu kami belum menghitung maintenance-nya. Yang pasti kami yakin lebih low maintenance juga. Kalau implementasi ini berhasil di Fastana Logistik Indonesia, nanti grup-grup yang lain juga mungkin akan mengikutinya," ujarnya.

Kehadiran Mitsubishi Fuso eCanter menandai semakin berkembangnya adopsi kendaraan listrik di sektor logistik Indonesia. Selain membantu menekan biaya operasional perusahaan, penggunaan truk listrik juga diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dan mendukung transformasi industri transportasi menuju era yang lebih ramah lingkungan

Berita Terbaru

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional9 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional10 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang11 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle11 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang11 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang11 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional11 jam lalu
Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Nasional12 jam lalu