Visi Prabowo Subianto Ubah Semua Kendaraan Jadi Listrik, Ini Alasan dan Skemanya

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk mentransformasi seluruh kendaraan di Indonesia menjadi berbasis listrik, mulai dari sepeda motor hingga truk.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mendorong transisi energi nasional.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah merancang arah kebijakan agar seluruh kendaraan bermotor di Tanah Air beralih ke tenaga listrik di masa depan.
Ia bahkan menegaskan bahwa seluruh kendaraan, termasuk motor, mobil, hingga alat berat seperti traktor, diharapkan tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil.
“Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” ujar Prabowo dalam tayangan YouTube berjudul Presiden Prabowo Menjawab!!!.
Menurutnya, kendaraan berbahan bakar konvensional nantinya akan menjadi pilihan bagi kalangan tertentu saja.
Bahkan, ia menyindir bahwa pengguna kendaraan mewah seperti Lamborghini atau Ferrari tetap bisa menggunakan bensin, namun harus siap membayar dengan harga mengikuti pasar global.
Salah satu alasan utama di balik kebijakan ini adalah potensi efisiensi biaya bagi masyarakat.
Prabowo mencontohkan bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran hingga sekitar 20 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Selain itu, kebijakan ini juga dinilai mampu mengurangi beban masyarakat terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Dengan kendaraan listrik, ketergantungan terhadap bahan bakar impor dapat ditekan secara signifikan.
Rencana ini juga sejalan dengan pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas listrik hingga 13 gigawatt dalam waktu dekat untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik.
Prabowo menegaskan bahwa penggunaan listrik berbasis diesel akan dihentikan karena dinilai mahal dan tidak efisien. Ke depan, Indonesia diharapkan dapat mengandalkan energi bersih untuk menopang kebutuhan listrik nasional.
Meski belum diumumkan secara rinci, pemerintah disebut tengah menyiapkan skema subsidi untuk mendukung konversi kendaraan, khususnya sepeda motor. Besaran subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp 5-6 juta, mengikuti program yang pernah dijalankan sebelumnya.
Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai skema untuk mobil listrik, apakah akan berupa konversi dari kendaraan lama atau insentif untuk pembelian unit baru.
Dengan berbagai rencana tersebut, transformasi kendaraan listrik di Indonesia diharapkan tidak hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon di masa depan.
