Pemain Alami Geger Otak, Pemilik Persikad Depok Abdullah Alatas Desak PSSI dan I League Beri Hukuman

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemilik Persikad Depok Abdullah Alatas, mendesak pihak PSSI dan I League untuk memberikan hukuman kepada pemain lawan yang dianggap tidak sportif usai insiden serius yang menimpa pemain Persikad, Bil’Asqan.
Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Persikad Depok (@persikad) pada Senin, 6 Oktober 2025, Abdullah menyampaikan rasa kecewa dan menyerukan agar federasi bertindak cepat.
Ia menilai tindakan kasar di lapangan tidak boleh dibiarkan karena dapat mencederai semangat fair play dalam sepak bola Indonesia.
Insiden itu terjadi dalam laga Pegadaian Championship 2025/26 antara Persikad Depok melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025.
Pada menit 90+17, Bil’Asqan terlibat duel udara dengan bek asing PSPS, Jeferson de Sousa Ferreira.
Dalam perebutan bola itu, Bil’Asqan terkena sikutan keras di kepala, hingga terkapar dan tak sadarkan diri.
Tim medis segera masuk ke lapangan, dan Bil’Asqan langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, ia mengalami gegar otak serta memar otak ringan.
Kondisinya kini sudah sadar dan stabil, meski masih dalam pengawasan intensif.
Abdullah menilai insiden seperti itu tidak bisa dibiarkan tanpa sanksi.
“Kami berharap PSSI dan I League segera menindaklanjuti kasus ini. Sepak bola harus dijaga dari tindakan yang tidak sportif,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.
“Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, tapi juga tentang menjaga keselamatan semua pemain di lapangan,” ujarnya.
Abdullah menegaskan bahwa Persikad akan mengirim surat resmi kepada otoritas terkait agar kejadian serupa tidak terulang di kompetisi berikutnya.
Publik kini menunggu langkah nyata dari PSSI dan I League untuk menegakkan keadilan di lapangan hijau, sekaligus memastikan keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama. (MG3/idr)
