Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 288: HORMATI Sampah

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|18:56 WIB
Bagikan:
Pojokan 288: HORMATI Sampah
Kang Marbawi.

Semua orang pasti punya kecendrungan untuk berhaluan kiri, kanan atau tengah-tengah. Sebab soal haluan itu macam makanan kesukaan. Orang tak bisa dipaksa untuk harus berhaluan kiri, atau kanan atau tengah-tengah.

Yang tidak boleh adalah yang tak berhaluan. Sebab kalau tak berhaluan, macam layangan putus, melayang tak jelas ke mana. Hanya mengikuti angin berhembus.

Begitupun dengan pandangan, tak bisa memaksa orang untuk punya pandangan yang sama. Semua orang punya pandangannya masing-masing. Bergantung pada Dimana bumi di pijaknya dan kepentingannya.

Kalau kebetulan dia sedang memijak bumi sambil berdiri di atas rumah, tentu melihat ayam jago seperti burung. Atau Ketika dia berpijak sambil nangkring di dahan pohon petai, tentu melihat ayam betina, enak untuk dibuat opor ayam campur petai.

Pokoknya soal pandangan itu, orang bisa tak sama dan tak mesti sama. Namun yang tak boleh adalah tak menghormati pandangan orang. Apalagi mementingkan pandangan sendiri.

Tak jauh beda soal penghargaan. Orang memandang perlu menghargai jasa-jasa pahlawan, berprestasi, orang yang menolong sesama dan segala hal yang bermanfaat perlu dihargai. Namun tak banyak orang punya rasa HORMAT terhadap sampah.

Kebanyakan orang, memandang sampah itu hal tak berguna. Sehingga betul-betul bisa dibuang disembarang tempat. Dipinggir jalan, diselokan, dikali. Pokoknya dimana ada ruang kosong, disitulah sampah bersemayam. Soal menghasilkan persoalan baru, umumnya orang memandang “itu bukan urusan gue”.

Padahal ada walikota yang terancam empat tahun penjara, gara-gara tak sanggup menyelesaikan persoalan sampah yang menggunung berilang bulan. Gara-gara warganya memandang sampah yang dibuang ya bisa sembarang dimana saja. Asal ada tumpukan sampah, ya disitulah sampah berlabuh.

Ah memang soal sampah itu tak sama pandangannya. Warga yang buang sampah berkilah, tak ada tempat sampah di lingkungan dan tak ada management pengelolaan sampah yang baik. Pemerintah berdalih, volume sampah melebihi kapasitas penampungan ahir sampah. Akibat warga yang buang sampah sembarangan.

Kota Tangerang Selatan saja mencapai 1 juta ton lebih. Pun banyak kota tak memiliki TPA (Tempat Penampungan Ahir) sampah.

Ada lagi yang melihat problem sampah akan tetap hadir, manakala tak ditanamkan sejak dini penghargaan terhadap sampah. Dan itu dilakukan melalui edukasi di lembaga pendidikan dan di rumah. Dua-duanya tak banyak dilakukan oleh pemangku kebijakan.

Ujung kata, semua persoalan sampah dan turunannya serta dampak bencana yang ditimbulkannya, akan tetap hadir, mengalir, membanjiri dan kembali kepada kita manakala “Kita tak belajar menghargai sampah”.

Sayangnya banyak orang yang tak gelisah, ketika membuang sampah atau melihat sampah berserakan. Sebab mereka yang tak waras akan berkata “EGP, emang gue pikirin”. (Kang Marbawi, 180126)

Berita Terbaru

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle7 menit lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline40 menit lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang3 jam lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga7 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional7 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional7 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat8 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline8 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang10 jam lalu