Dugaan Retaknya Komunikasi Pimpinan Purwakarta Mencuat, Komentar Akun Diduga Milik Wakil Bupati Jadi Sorotan

PASUNDANEKSPRES.ID — Dugaan kurang harmonisnya komunikasi di jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencuat ke publik setelah muncul komentar dari akun Instagram @abangijo.hapidin yang diduga milik Wakil Bupati Purwakarta.
Melalui kolom komentar di media sosial, akun tersebut mempertanyakan keberadaan dokumentasi kebersamaan dirinya dengan Bupati Purwakarta di akun resmi kepala daerah.
Selain itu, akun tersebut juga menyinggung tidak adanya pelibatan dirinya dalam pembahasan maupun pertukaran gagasan terkait arah pembangunan daerah.
Dalam komentar yang terpantau pada Selasa, 24 Februari 2026, akun tersebut menyatakan bahwa sejak pelantikan hingga saat ini, posisi wakil bupati disebut tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan maupun diskusi strategis.
Ia bahkan mempertanyakan apakah terdapat konten kebersamaan dengan dirinya di media sosial resmi bupati, serta menyoroti belum adanya ruang untuk menyampaikan saran dan masukan demi kemajuan Purwakarta dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada komentar lain di unggahan yang sama, akun tersebut juga secara terbuka mengajak Bupati Purwakarta untuk bergabung dalam ruang diskusi yang sedang berlangsung di kolom komentar.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mengaku terkejut apabila benar terjadi ketidakharmonisan di tingkat pimpinan daerah, sementara lainnya berharap persoalan komunikasi dapat segera diselesaikan secara internal demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
Komentar tersebut diketahui muncul pada salah satu unggahan akun Instagram lokal @urangpurwakarta.id yang membahas penilaian masyarakat terhadap satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin maupun pihak terkait untuk mengonfirmasi kepemilikan akun tersebut dan menjelaskan maksud dari komentar yang beredar.
