Ingatkan Prajurit TNI, Dudung Abdurachman: Kedaulatan Tertinggi Adalah Rakyat

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman turut menanggapi terkait isu personel TNI mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) lalu. Isu tersebut mencuat usai Polri menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.
"Ini ranahnya Panglima TNI, beliau yang berhak menjawab. Tetapi, saya mantan TNI, saya berkeyakinan dan saya meyakini bahwa prajurit TNI ini tetap berpegang teguh pada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," kata Dudung kepada wartawan Pasundan Ekspres di Purwakarta, Senin (13/7/2026).
Tentara rakyat ini, sambungnya, berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Selanjutnya, sebagai tentara pejuang, di mana, dia berjuang untuk kepentingan negara dan bangsa. Tidak pernah memikirkan untuk kelompok, golongan, apalagi perseorangan.
"Ketiga, adalah sebagai tentara nasional. Tentara yang mementingkan kepentingan bangsa dan negara," ujar Dudung.
Adapun yang terakhir, lanjutnya, adalah pentingnya tentara profesional. Dia dilatih, dididik hanya untuk melaksanakan tugas pokoknya. Bukan untuk kepentingan politik, bukan untuk kepentingan bisnis.
Berpegang Teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI
"Karenanya saya yakin tentara dengan berpegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, dia tidak pernah akan goyah," ucap Dudung lugas.
"Saya sampaikan kepada prajurit-prajurit TNI, ingat kepentingan kamu, kedaulatan tertinggi itu adalah rakyat sehingga jangan jauh dari rakyat, jangan melukai rakyat sesuai dengan Delapan Wajib TNI," kata Dudung.(add/sep)
