Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

May Day, 4.500 Buruh Purwakarta Berangkat ke Monas

A
Adam SumartoEditor: Indrawan Setiadi
|09:22 WIB
Bagikan:
May Day, 4.500 Buruh Purwakarta Berangkat ke Monas
MAY DAY. Ribuan buruh FSPMI bersiap berangkat dari kawasan Kota Bukit Indah Purwakarta menuju Monas, Jakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PASUNDANEKSPRES.ID - Buruh Purwakarta dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memadati titik keberangkatan di kawasan Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jumat (1/5/2026) pagi.

Dengan mengenakan atribut serikat dan membawa berbagai spanduk tuntutan, sekitar 4.500 buruh Purwakarta bersiap menuju Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Sebanyak kurang lebih 70 bus berjajar rapi di lokasi, menjadi moda transportasi utama yang mengangkut para pekerja secara kolektif.

Di bawah pengawalan ketat aparat dari Polres Purwakarta, iring-iringan bus ini diberangkatkan secara bertahap.

Suasana di lapangan tampak penuh semangat, teriakan yel-yel perjuangan buruh menggema, diselingi kibaran bendera serikat yang mendominasi area keberangkatan.

Pergerakan massa yang dimulai sejak dini hari ini menunjukkan keseriusan para buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka langsung di ibu kota.

Buruh Purwakarta dijadwalkan bergabung dengan ribuan buruh lainnya di kawasan Monas, Jakarta, dalam agenda peringatan May Day yang juga akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Koordinator Buruh FSPMI, Wahyu, menyebutkan bahwa aksi ini membawa sedikitnya 11 tuntutan utama.

Di antaranya, terkait regulasi pemutusan hubungan kerja (PHK), penghapusan atau pembenahan sistem outsourcing, hingga tuntutan upah layak bagi pekerja.

"Selain itu, isu potongan 10 persen bagi pengemudi ojek online (ojol) juga menjadi perhatian dalam aksi kali ini," kata Wahyu kepada wartawan di lokasi.

Meski demikian, lanjut dia, buruh turut mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada pekerja.

Di antaranya seperti pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), pembentukan Satgas PHK, serta langkah-langkah awal dalam penataan regulasi ketenagakerjaan dan outsourcing.

"Alhamdulillah beberapa tuntutan sudah diakomodir dengan baik. Kita berharap ke depan seluruh aspirasi buruh bisa benar-benar diwujudkan," ujar Wahyu.

Sebelumnya, Jumat (1/5/2026) dini hari, deretan bus berukuran besar berjajar rapi di tepi jalan di sekitar lampu merah Sadang.

Mesin menyala, sementara ratusan buruh dengan atribut serikat pekerja terlihat berkumpul, sebagian duduk di trotoar, sebagian lain berdiri sambil membawa spanduk dan bendera.

Sebanyak 16 bus disiapkan untuk mengangkut sekitar 800 buruh Purwakarta dari titik keberangkatan Sadang, Purwakarta menuju Jakarta.

Mereka akan bergabung dalam peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pantauan di lokasi, aktivitas sudah dimulai sejak dini hari, namun, hingga menjelang pukul 06.00 WIB, rombongan belum juga bergerak.

Keterlambatan terjadi karena sebagian buruh masih menyelesaikan pekerjaan di pabrik masing-masing sebelum ikut bergabung ke titik kumpul.

Menurut Bendahara SP LEM SPSI Purwakarta, Sony Gunawan, total keberangkatan buruh tidak hanya dari Sadang. Secara keseluruhan, terdapat tiga titik pemberangkatan, yakni Sadang, kawasan industri Kota Bukit Indah dan Campaka.

"Total sekitar 16 bus, dengan jumlah buruh bisa mencapai 1.500 sampai 2.000 orang dari seluruh titik," ucap Sony kepada wartawan di lokasi.

Ia menjelaskan, buruh yang berangkat berasal dari berbagai perusahaan di kawasan industri, seperti Indomarko, Sum Indo, Unipen, hingga Gitex, serta perwakilan dari berbagai PUK di wilayah Campaka dan BIC.

Rombongan buruh Purwakarta ini direncanakan bergerak secara konvoi menuju Jakarta setelah seluruh peserta terkumpul. Mereka akan langsung menuju Monas sebagai titik pusat aksi.

Dalam peringatan May Day tahun ini, Sony mengatakan, buruh Purwakarta masih membawa tuntutan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Isu utama yang disuarakan, kata dia, adalah regulasi ketenagakerjaan, penolakan sistem outsourcing, serta tuntutan upah yang lebih layak.

"Fokus kami tetap mengawal regulasi ketenagakerjaan yang baru direvisi, termasuk menolak outsourcing dan upah murah," kata Sony.(add)

Berita Terbaru

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional23 menit lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional48 menit lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional1 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang2 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional2 jam lalu
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional2 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat3 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional3 jam lalu