Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ribuan Cabai dan Mentimun di Purwakarta Terinfeksi Pseudomonas Cichorii, Dimusnahkan Ilegal Asal Cina

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
Ribuan Cabai dan Mentimun di Purwakarta Terinfeksi Pseudomonas Cichorii, Dimusnahkan Ilegal Asal Cina
Petugas Badan Karantina Indonesia bersama unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta memusnahkan ribuan tanaman cabai dan mentimun yang positif mengandung bakteri Pseudomonas cichorii.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan ribuan tanaman cabai dan mentimun yang diduga berasal dari benih ilegal asal Cina.

Proses pemusnahan dilakukan di Desa Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Kamis (23/10/2025) sore.

‎‎Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Barantin, Abdul Rahman mengatakan, hasil pengujian laboratorium menunjukkan cabai dan mentimun itu positif terinfeksi Pseudomonas cichorii, sejenis bakteri berbahaya yang dapat menyerang puluhan jenis tanaman hortikultura.

‎"Tindakan pemusnahan ini bukan hanya soal membakar tanaman, tapi melindungi masa depan pertanian kita. Bila dibiarkan, bakteri ini bisa menyerang cabai, mentimun, tomat, kubis, bahkan tanaman ekspor strategis lainnya," kata Rahman kepada Pasundan Ekspres di lokasi.

‎Ia menyebutkan, kasus ini berawal dari laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta pada 8 September 2025, yang mencurigai adanya bibit tanaman mencurigakan.

‎‎Barantin DKI Jakarta bersama Karantina Banten dan Karantina Jawa Barat, kata dia, segera mengambil sampel pada 17 September, lalu melakukan uji laboratorium dengan metode PCR. ‎Hasilnya, tanaman positif mengandung Pseudomonas cichorii.

‎Sebagai langkah lanjutan, Barantin menetapkan karantina wilayah dengan segel dan quarantine line sejak 26 September, sebelum akhirnya 4.200 batang cabai dan 2.300 batang mentimun dimusnahkan total dengan cara dibakar.

Dirinya menyebutkan, benih tanaman cabai dan mentimun itu berasal dari Cina yang diduga didapatkan dengan membeli secara daring.

‎‎Menurut literatur pertanian, kata Rahman, Pseudomonas cichorii dapat menginfeksi lebih dari 79 jenis tanaman, termasuk pisang dan tanaman hias.

‎Jika tidak dikendalikan, masih kata Rahman, kerugian akibat serangan bakteri ini bisa mencapai 100 persen hasil panen.

‎‎Karena itu, Barantin memastikan pengawasan dilakukan sejak tahap pre-border, bahkan sebelum produk masuk ke Indonesia. ‎

"Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat biodefense dan mendorong swasembada pangan nasional," ujar Rahman.

‎Barantin juga menjalin kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan Asperindo untuk memperketat pengawasan produk daring, terutama benih impor berisiko tinggi.

‎‎Rahman menyampaikan apresiasi kepada perusahaan pemilik bibit atas sikap kooperatif selama proses pemusnahan, serta memuji langkah cepat Karantina DKI Jakarta yang berhasil mendeteksi ancaman sejak dini. ‎

"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi, mulai dari Pemkab Purwakarta, Karantina DKI, Jawa Barat, hingga Banten. Inilah semangat Karantina Kuat, Indonesia Maju," ucap Rahman.(add/sep)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional2 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional2 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang5 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat5 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang5 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle6 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle7 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle7 jam lalu