Ribuan Cabai dan Mentimun di Purwakarta Terinfeksi Pseudomonas Cichorii, Dimusnahkan Ilegal Asal Cina

PASUNDANEKSPRES - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan ribuan tanaman cabai dan mentimun yang diduga berasal dari benih ilegal asal Cina.
Proses pemusnahan dilakukan di Desa Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Kamis (23/10/2025) sore.
Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Barantin, Abdul Rahman mengatakan, hasil pengujian laboratorium menunjukkan cabai dan mentimun itu positif terinfeksi Pseudomonas cichorii, sejenis bakteri berbahaya yang dapat menyerang puluhan jenis tanaman hortikultura.
"Tindakan pemusnahan ini bukan hanya soal membakar tanaman, tapi melindungi masa depan pertanian kita. Bila dibiarkan, bakteri ini bisa menyerang cabai, mentimun, tomat, kubis, bahkan tanaman ekspor strategis lainnya," kata Rahman kepada Pasundan Ekspres di lokasi.
Ia menyebutkan, kasus ini berawal dari laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta pada 8 September 2025, yang mencurigai adanya bibit tanaman mencurigakan.
Barantin DKI Jakarta bersama Karantina Banten dan Karantina Jawa Barat, kata dia, segera mengambil sampel pada 17 September, lalu melakukan uji laboratorium dengan metode PCR. Hasilnya, tanaman positif mengandung Pseudomonas cichorii.
Sebagai langkah lanjutan, Barantin menetapkan karantina wilayah dengan segel dan quarantine line sejak 26 September, sebelum akhirnya 4.200 batang cabai dan 2.300 batang mentimun dimusnahkan total dengan cara dibakar.
Dirinya menyebutkan, benih tanaman cabai dan mentimun itu berasal dari Cina yang diduga didapatkan dengan membeli secara daring.
Menurut literatur pertanian, kata Rahman, Pseudomonas cichorii dapat menginfeksi lebih dari 79 jenis tanaman, termasuk pisang dan tanaman hias.
Jika tidak dikendalikan, masih kata Rahman, kerugian akibat serangan bakteri ini bisa mencapai 100 persen hasil panen.
Karena itu, Barantin memastikan pengawasan dilakukan sejak tahap pre-border, bahkan sebelum produk masuk ke Indonesia.
"Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat biodefense dan mendorong swasembada pangan nasional," ujar Rahman.
Barantin juga menjalin kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan Asperindo untuk memperketat pengawasan produk daring, terutama benih impor berisiko tinggi.
Rahman menyampaikan apresiasi kepada perusahaan pemilik bibit atas sikap kooperatif selama proses pemusnahan, serta memuji langkah cepat Karantina DKI Jakarta yang berhasil mendeteksi ancaman sejak dini.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi, mulai dari Pemkab Purwakarta, Karantina DKI, Jawa Barat, hingga Banten. Inilah semangat Karantina Kuat, Indonesia Maju," ucap Rahman.(add/sep)
