Tiga Jendral Aktif Dilantik Jadi Dewan Penasehat KSPSI di Purwakarta, Perubahan Paradigma Gerakan Buruh

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyebutkan, ada perubahan paradigma gerakan buruh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Dijelaskannya, aksi tetap menjadi bagian dari perjuangan, namun penguatan pemikiran, advokasi, serta peningkatan keterampilan dan pendidikan anggota menjadi kunci menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.
"KSPSI tidak boleh tertinggal. Dunia bergerak sangat cepat dan tidak bisa menunggu," kata Andi Gani kepada wartawan Pasundan Ekspres di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) KSPSI, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (21/2/2026) malam.
Karena itu, sambungnya, Pusdiklat ini didirikan sebagai pusat peningkatan kapasitas buruh, termasuk pendidikan, pelatihan, hingga digital marketing dan teknologi berbasis digital.
Kehadiran Andi Gani beserta ribuan buruh di Gedung Pusdiklat KSPSI di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ini untuk memperingati HUT ke-53 KSPSI yang dirangkai dengan peringatan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026.
Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga mengapresiasi dukungan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Hadirnya desk ketenagakerjaan di Polri yang dinilainya sebagai langkah bersejarah dalam memperkuat perlindungan pekerja," ujarnya.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas kontribusi KSPSI selama 53 tahun dalam memperjuangkan hak pekerja dan menjaga hubungan industrial yang kondusif.
Ia menegaskan, tantangan dunia kerja ke depan jauh lebih kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan geopolitik global, pergeseran demografi tenaga kerja, hingga masuknya kecerdasan buatan dan robotik.
"Kita tidak bisa hanya bernostalgia. Prinsip no one left behind harus diwujudkan dalam program nyata, agar pekerja tidak tertinggal, terpinggirkan, atau kehilangan pekerjaan," ucapnya.
Menaker memaparkan, sepanjang 2025 Kemenaker telah melatih sekitar 700 ahli produktivitas serta menyelenggarakan pelatihan K3 di lebih dari 63 titik dengan melibatkan serikat pekerja.
"Ke depan, 42 balai latihan kerja di seluruh Indonesia akan terus dioptimalkan untuk upskilling dan reskilling tenaga kerja, termasuk menyongsong peluang green jobs," kata Yassierli.
Sementara itu, Kapolri yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat KSPSI menekankan pentingnya memperkuat sinergitas antara Polri, buruh, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dinamika global yang berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan nasional.
"Kolaborasi dan sinergitas adalah kunci. Tantangan global tidak mudah dan dampaknya bisa langsung dirasakan di dalam negeri, termasuk oleh para pekerja," ujar Kapolri.
Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung perjuangan buruh serta menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
Kapolri menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto terus mendorong program prioritas strategis melalui Asta Cita, termasuk hilirisasi dan pembangunan 18 industri strategis yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru.
"Sinergitas ini penting agar investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan hak-hak buruh tetap terlindungi," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Presiden KSPSI, Menaker dan juga Kapolri melantik lima Dewan Penasihat KSPSI yang didominasi oleh anggota aktif Polri.
Kelimanya adalah Bidang Ekonomi Arsjad Rasjid, Bidang UMKM Ferriyady Hartadinata, Bidang Penegakan Hukum Irjen Pol Cahyono Wibowo, Bidang Organisasi Komjen Pol Imam Widodo, dan Bidang Mitigasi dan Masalah Hubungan Industrial Komjen Pol Yuda Gustawan.(add/sep)
