Headline

Ghost Soccer: Bola Mati, Suguhan Horor Komedi Bernuansa Lokal di Subang

Ghost Soccer
KONFERENSI PERS: Pemain Ghost Soccer bersama produser dan jajaran saat melakukan konferensi pers kepada awak media.

SUBANG-Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan, kali ini sebagai lokasi produksi film terbaru dari Sinemata Buana Kreasindo (SBK), Ghost Soccer: Bola Mati. 

Film ini adalah karya bergenre horor komedi hasil kolaborasi Multi Buana Kreasindo (MBK) Productions dan Sinemata, yang sebelumnya telah sukses memproduksi dua film, The Bell dan Pengin Hijrah.

Namun, ada keunikan tersendiri dari setiap produksi mereka. Ketiga film tersebut selalu memilih lokasi produksi yang memiliki ciri khas unik. 

The Bell menampilkan keindahan Pulau Belitung, sementara Pengin Hijrah membawa nuansa eksotis Uzbekistan. Kini, giliran Desa Cikaruncang, Kecamatan Cisalak, Subang, yang menjadi panggung utama untuk Ghost Soccer.

Eksekutif Produser DR Budi Yulianto mengungkapkan, ide cerita Ghost Soccer terinspirasi dari fenomena sepak bola di Indonesia, mulai dari maraknya pemberitaan tentang naturalisasi pemain hingga gairah masyarakat terhadap potensi Indonesia di kancah Piala Dunia. 

Namun, ada sisi lain dari sepak bola yang menarik perhatian, yakni pertandingan Tarkam (antar-kampung) yang sering diwarnai cerita-cerita mistis.

“Pertandingan Tarkam tidak hanya tentang permainan bola, tetapi juga menyimpan banyak tradisi unik, bahkan melibatkan ritual-ritual gaib. Ini menjadi fondasi menarik untuk dikembangkan dalam cerita film kami,” ujar Budi.

Tak hanya menonjolkan elemen horor dan komedi, Ghost Soccer juga menyelipkan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. 

“Film ini mengangkat isu kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin serta bahaya kesombongan yang dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan. Semua dikemas dengan cara yang menghibur,” terangnya.

Film ini melibatkan deretan aktor ternama seperti Berliana Lovel, Samuel Rizal, Damara Finch, Fajar Nugra, dan Aden Bajaj. Selain itu, beberapa komika juga dilibatkan untuk memperkuat unsur komedi.

Dia menyebut, produksi Ghost Soccer berlangsung selama 15 hari dengan memanfaatkan berbagai lokasi menarik di Subang, seperti lapangan sepak bola mini DeStars di Kampung Cikaruncang, Cisalak. 

Selain itu, produksi ini juga melibatkan talenta lokal, termasuk pemain dari klub-klub sepak bola di Subang, melalui proses pencarian bakat.

“Melalui film ini, kami juga ingin memperkenalkan potensi lokal Subang, baik dari segi lokasi maupun talenta,” pungkasnya.(cdp/ysp)

Terkini Lainnya

Lihat Semua