Headline

Bupati Subang Ngabret Usai Retret, Kang Rey: Di Atas Politik Ada Kemanusiaan

Subang Ngabret
NGABRET: Bupati Subang Reynaldy didampingi Sekda Asep Nuroni dan Asda 3 Dadang Kurnianudin dalam perjalanan menunju Kantor Bapenda untuk melakukan sidak, Senin (3/3/2025).

SUBANG-Bupati Subang Reynaldy Ngabret untuk menyelesaikan persoalan masyarakat Subang usai melaksanakan Retret di Magelang. Sejumlah agenda penting dilakukan Reynaldy pada Senin (3/3/2025). 

Pagi hari di Alun-Alun Subang, menjadi saksi semangat baru bagi Kabupaten Subang. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan berkumpul dalam apel gabungan perdana di bawah kepemimpinan Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita.

Momentum ini begitu spesial. Bupati termuda dalam sejarah Subang berdiri di hadapan seluruh jajaran pemerintahan, menyampaikan pesan yang tegas, lugas, dan penuh optimisme. Hadir pula dalam apel ini KASDIM 0605, Asisten Daerah, perwakilan dari Yonif, Ketua DPRD, KPA, Kajari, Danlanud Suryadarma dan Kapolres Subang yang menunjukkan sinergi kuat dalam membangun Kabupaten Subang ke arah yang lebih baik.

“Di atas politik, ada Kemanusiaan. Kita harus utamakan pelayanan masyarakat,” kata Reynaldy.

Dalam sambutannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan, semua perbedaan politik telah usai, dan saatnya seluruh elemen pemerintahan bersatu untuk melayani rakyat dengan maksimal.

“Yang lalu, biarlah berlalu. Di atas politik, ada kemanusiaan. Yang harus kita utamakan sekarang adalah pelayanan terbaik untuk masyarakat Subang," katanya.

Pesan ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para ASN. Kang Rey mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk fokus bekerja, mengesampingkan ego, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

“Saya sengaja mengadakan apel ini agar kita semua bisa bertemu. Ini semua semata-mata demi pelayanan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Subang. Saya berharap ke depannya semua tetap hadir,” bebernya.

Sebagai pemimpin baru, Kang Rey ingin memastikan bahwa seluruh ASN bekerja secara profesional tanpa kepentingan pribadi atau politik.

“Siapapun, tolong dicatat baik-baik, siapapun. Di Kabupaten Subang hari ini saya tidak punya teman, tidak punya saudara yang harus diprioritaskan. Saya akan menilai kinerja ASN Subang hanya dari cara mereka bekerja. Saya tidak peduli soal like atau dislike, yang saya lihat hanya kinerja Bapak dan Ibu,” bebernya.

Lebih jauh, ia menjamin bahwa rotasi, mutasi, dan promosi ASN akan berjalan dengan transparan dan tanpa biaya.

“Saya pertanggungjawabkan, rotasi, mutasi, promosi itu zero rupiah! Kabupaten Subang punya PR besar yang harus kita selesaikan. Kita harus perbaiki pelayanan kita kepada masyarakat. Siap, Bapak-Ibu semua?”

Dengan penuh semangat, para ASN menjawab, “Siap!”, menggema di seluruh alun-alun.

Salah satu fokus utama Kang Rey adalah perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat. Ia berkomitmen untuk menuntaskan perbaikan jalan dalam dua tahun ke depan.

“PR jalan sudah harus selesai dalam dua tahun ini. Saya ingin jalan di Kabupaten Subang mulus! Dan saya tidak akan mengutamakan jalan di dekat rumah saya, saya akan mengutamakan jalan-jalan yang dilalui oleh rakyat Subang,” katanya.

Komitmen ini membuktikan bahwa Kang Rey siap bekerja nyata. “Hari Ini, Hanya Ada Satu Matahari, Satu Bupati!”

Menutup sambutannya, Kang Rey mengingatkan bahwa Subang kini dipimpin oleh satu kepemimpinan yang jelas, dengan satu visi untuk kemajuan daerah.

“Urusan Pilkada sudah selesai. Hari ini, hanya ada satu bupati, hanya ada satu matahari. Mulai sekarang, kita fokus bekerja dan membangun Kabupaten Subang!”

Pesan ini menggarisbawahi era baru pemerintahan Subang, di mana semua pihak bergerak dalam satu komando untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

Dengan penuh keyakinan, Kang Rey menegaskan bahwa Subang harus menjadi salah satu kabupaten terbaik di Jawa Barat.

“Saya tahu usia saya lebih muda dari Bapak-Ibu semua. Saya tahu pengabdian Bapak-Ibu lebih lama daripada saya. Tapi saya ingin mewujudkan ide-ide saya untuk membangun Kabupaten Subang lebih baik lagi. Saya harap di akhir periode saya, Kabupaten Subang sudah menjadi kabupaten yang jauh lebih baik lagi!”

Setelah acara tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memimpin briefing staf perdana bersama Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati 2, Kantor Bupati Subang.

Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan visi dan arah kebijakan untuk membangun Kabupaten Subang selama masa kepemimpinannya.

Briefing diawali dengan paparan dari Kepala BKAD Subang Asep Saeful Hidayat, S.Si M.Ak mengenai kondisi keuangan daerah dan strategi efisiensi anggaran, khususnya dalam penyelesaian infrastruktur PUPR. Saat ini, TAPD tengah melakukan rasionalisasi anggaran sesuai instruksi Presiden untuk memastikan alokasi yang lebih efektif.

“Saya ingin jalan di Kabupaten Subang mulus dalam dua tahun ke depan. Minimal Rp250-300 miliar harus dialokasikan setiap tahun untuk infrastruktur jalan. Jadi di 2027, nanti kita bisa fokus untuk pemeliharaan jalan,” tegas Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey.

Kang Rey menegaskan, Kabupaten Subang masih bergantung pada dana transfer dari pusat, sehingga perlu strategi untuk meningkatkan kemandirian fiskal.

“Saat gubernur menginstruksikan efisiensi, daerah-daerah yang sudah mencapai kemandirian fiskal tidak begitu berdampak. Beda dengan kita, Kabupaten Subang masih benar-benar mengandalkan dana transfer,” ujarnya.

Untuk itu, dia memberikan kebebasan kepada seluruh perangkat daerah dalam mencari alternatif pendanaan, termasuk melalui kemitraan dengan sektor swasta dan optimalisasi pendapatan asli daerah.

Salah satu prioritas Bupati Reynaldy adalah pemberdayaan UMKM lokal. Dia menginstruksikan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk memastikan bahwa hotel, restoran, dan pabrik di Subang menggunakan produk lokal.

“Saya berharap mulai tahun ini, semua yang mau bikin parsel, mau bikin hampers, dan lain-lain itu menggunakan produk lokal. Makanan-makanan dari Subang itu banyak, banyak loh makanan Subang yang belum terekspos," bebernya.

Reynaldy kemudian tancap gas lagi. Dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang.

Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Subang Asep Nuroni dan Asisten Daerah III Dadang Kurnianudin.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subang langsung menemui warga atau wajib pajak yang sedang melakukan kunjungan untuk mendapatkan pelayanan dari Bapenda Subang. Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey pun sempat berdialog dengan warga atau wajib pajak yang ada di ruang pelayanan Bapenda Subang.

Selanjutnya, Kang Rey melakukan dialog dengan para pejabat eselon Bapenda Subang untuk memberikan pengarahan terkait strategi Bapenda Subang kedepan.

Bupati Subang menegaskan kepada seluruh pegawai Bapenda Subang bahwa dalam meneggakan kebijakan terutama penagihan pajak kepada wajib pajak harus tegas dan tidak pndang bulu.

“Saya tidak akan pandang bulu dan akan tegas menagih pajak kepada wajib pajak. Saya akan jamin, tidak akan ada satupun orang terdekat saya mau itu saudara, adik, kakak, bahkan timses saya selama pemilu tidak membayar pajak, semuanya akan tagih!,” tegas Bupati Subang.

Dia mengatakan, membayar pajak merupakan tanggung jawab warga negara yang melakukan kegiatan bisnis di wilayah Kabupaten Subang. Karena hasil dari pembayaran pajak tersebut akan di alokasikan untuk pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang menjadi fokus utama Bupati Subang saat ini.

“Saya tegas, kalau wajib pajak ga bayar itu pajak. Pembangunan jalan akan saya berhentikan. Biarkan mereka yang berhutang pajak untuk tanggung jawab ke masyarakat," jelasnya.

Ia pun menitipkan kepada seluruh jajaran Bapenda Subang agar tidak takut menghadapi segala ancaman yang diberikan oleh perusahaan atau wajib pajak yang tidak membayar pajak.

“Jangan takut menghadapi siapapun, saya akan minta bantuan APH untuk mendampingi penagihan wajib pajak,” tegas Kang Rey.(cdp/ysp)

 

1. Apel Gabungan Perdana

   - Bupati Subang, Reynaldy Ngabret (Kang Rey), memimpin apel gabungan perdana di Alun-Alun Subang.  

   - Ribuan ASN dari berbagai OPD dan kecamatan hadir, menunjukkan sinergi untuk membangun Subang.  

   - Pesan utama: "Di atas politik ada kemanusiaan, utamakan pelayanan masyarakat."

 

2. Komitmen Pelayanan Masyarakat 

   - Kang Rey menegaskan bahwa semua perbedaan politik harus dikesampingkan, fokus pada pelayanan maksimal untuk rakyat Subang.  

   - ASN diharapkan bekerja profesional tanpa kepentingan pribadi atau politik.  

 

3. Transparansi dan Reformasi ASN

  - Rotasi, mutasi, dan promosi ASN akan dilakukan secara transparan dan tanpa biaya (zero rupiah).  

   - Penilaian kinerja ASN berdasarkan hasil kerja, bukan hubungan pribadi.  

 

4. Fokus pada Infrastruktur Jalan  

   - Kang Rey berkomitmen memperbaiki infrastruktur jalan dalam dua tahun ke depan.  

   - Alokasi anggaran Rp250-300 miliar per tahun untuk perbaikan jalan.  

   - Prioritas pada jalan yang sering dilalui masyarakat, bukan jalan di dekat rumah bupati.  

 

5. Peningkatan Kemandirian Fiskal 

   - Subang masih bergantung pada dana transfer dari pusat, sehingga perlu strategi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.  

   - Dorongan untuk kemitraan dengan sektor swasta dan optimalisasi potensi lokal.  

 

6. Pemberdayaan UMKM Lokal   

 - Instruksi kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk memastikan hotel, restoran, dan pabrik menggunakan produk lokal.  

   - Dorongan untuk mempromosikan makanan dan produk khas Subang.  

 

7. Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Bapenda 

   - Kang Rey melakukan sidak ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memastikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak.  

   - Penegasan bahwa penagihan pajak harus tegas dan tidak pandang bulu, termasuk kepada keluarga atau tim suksesnya.  

   - Hasil pajak akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan.  

 

8. Visi dan Arah Kebijakan 

   - Subang harus menjadi salah satu kabupaten terbaik di Jawa Barat.  

   - Fokus pada pembangunan yang nyata dan kesejahteraan rakyat.  

   - Pesan penutup: "Hari ini, hanya ada satu bupati, satu matahari. Kita fokus bekerja untuk Subang!"  

 

9. Efisiensi Anggaran  

   - Rasionalisasi anggaran untuk memastikan alokasi yang efektif, khususnya dalam pembangunan infrastruktur PUPR.  

 

10. Kolaborasi dan Sinergi   

- Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, DPRD, dan instansi terkait, untuk membangun Subang secara bersama-sama. 

Terkini Lainnya

Lihat Semua