Oleh: Dr. KH. MUSYFIQ AMRULLAH, Lc, M.Si
(Ketua Baznas Kabupaten Subang dan
Pengasuh Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim
Sahabat,
Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW mendengar berita tentang seorang lelaki dari Bani Israil yang selama 1.000 bulan tidak pernah lepas dari perjuangan di jalan Allah, selalu membawa pedangnya untuk berjihad. Mendengar hal ini, Rasulullah SAW begitu kagum dan berharap agar umatnya juga dapat memiliki amalan yang sebanding dengan itu.
Namun, Rasulullah SAW merasa khawatir, karena umatnya memiliki umur yang jauh lebih pendek dibanding umat-umat sebelumnya, sehingga mustahil bagi mereka untuk beribadah selama 1.000 bulan seperti lelaki Bani Israil tersebut. Rasulullah SAW pun berdoa kepada Allah:
“Ya Rabb, Engkau jadikan umatku ini sebagai umat yang umurnya pendek dan amalnya sedikit. Bagaimana mungkin mereka dapat menyamai amalan umat terdahulu?”
Kemudian Allah SWT memberikan anugerah luar biasa kepada umat Nabi Muhammad SAW, yaitu Lailatul Qadar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Lailatul Qadri khairum min alfi syahr”
Artinya: “Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan”. (QS. Al-Qadr: 3)
Maksudnya, siapa pun yang beribadah pada malam tersebut, ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama 1.000 bulan, bahkan lebih baik. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Sahabat…
Di penghujung bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga agar bisa meraihnya, khususnya pada malam-malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir.
"Min ashril awakhir min Ramadhan," yaitu dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Lalu, apa sebenarnya makna dari malam Qadar itu? Setidaknya ada tiga makna utama yang dapat kita pahami:
1.Al-Qadar bermakna pengaturan
Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah SWT menetapkan perjalanan hidup manusia. Barang siapa yang mendapatkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan ibadah, maka Allah akan menetapkan perjalanan hidupnya ke arah yang lebih baik, setidaknya untuk satu tahun ke depan.
2.Al-Qadar bermakna kemuliaan
Malam itu sangat mulia karena merupakan malam pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Al-Qur’an juga diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah. Maka, siapa saja yang mendapatkan Lailatul Qadar, ia akan meraih kemuliaan di sisi Allah.
3.Al-Qadar bermakna kesempitan
Allah berfirman:
"Tanazzalul malaikatu war-ruhu fiha bi-idzni rabbihim min kulli amr."
Pada malam itu, malaikat turun dalam jumlah yang sangat banyak hingga bumi terasa "sempit" oleh kehadiran mereka. Para malaikat datang untuk menyebarkan keselamatan dan kedamaian bagi orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.
Sahabat…
Ramadhan adalah bulan yang istimewa, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang penuh kemuliaan ini adalah anugerah besar bagi umat Islam, di mana setiap amal ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk bersungguh-sungguh dalam mencarinya, khususnya pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan ini, mari kita renungkan kembali makna dan keutamaan Lailatul Qadar, agar kita semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan meraih keberkahannya. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan malam yang penuh kemuliaan ini dan menerima segala amal ibadah yang kita lakukan.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa sepuluh malam terakhir ini begitu dianjurkan oleh Nabi sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan Lailatul Qadar.
Puasa yang kita jalani sejak awal Ramadhan bertujuan untuk membersihkan jiwa. Kita bisa membayangkan, jika sejak hari pertama kita benar-benar berusaha menyucikan hati dan memperbaiki diri, maka pada hari ke-20 Ramadhan, kebersihan jiwa kita sudah mencapai tingkat yang baik. Oleh karena itu, Lailatul Qadar akan diberikan hanya kepada mereka yang memiliki hati yang bersih, yang siap menerima keutamaan malam tersebut.
Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan contoh dengan melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir. Ini mengajarkan kepada kita bahwa masjid adalah tempat yang dikhususkan untuk beribadah, tempat kita menghambakan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hati yang suci, di tempat yang bersih, akan lebih siap menyambut datangnya Lailatul Qadar.
Di malam-malam tersebut, kita dianjurkan untuk menghidupkan ibadah, seperti qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta menuntut ilmu. Semua aktivitas ibadah ini semakin membersihkan hati kita dan memperbesar peluang kita untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Mudah-mudahan segala ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan menjadikan kita bagian dari orang-orang yang mendapatkan Lailatul Qadar.
Semoga kita semua diberi kesempatan untuk meraih Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahannya.
Aamiin.
Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(*)