Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Miris! Siswa Bingung Soal Pengetahuan Umum, Apa yang Salah dengan Sistem Pendidikan Indonesia?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:15 WIB
Bagikan:
Miris! Siswa Bingung Soal Pengetahuan Umum, Apa yang Salah dengan Sistem Pendidikan Indonesia?
Miris! Siswa Bingung Soal Pengetahuan Umum, Apa yang Salah dengan Sistem Pendidikan Indonesia?

PASUNDAN EKSPRES- Baru-baru ini, sebuah video viral menunjukkan sekelompok siswa yang tampak bingung.

Ketika ditanya soal pengetahuan umum sederhana, seperti kepanjangan MPR dan ibu kota Jawa Timur.

Beberapa siswa dengan percaya diri menjawab "Yogyakarta" atau bahkan "Bandung" sebagai ibu kota Jawa Timur, dan tak satu pun dari mereka yang bisa menjelaskan kepanjangan MPR.

Reaksi publik pun beragam. Beberapa menganggap situasi ini lucu, namun di sisi lain, banyak yang merasa miris dengan kondisi pendidikan di Indonesia.

Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla juga sempat mengkritik sistem pendidikan Indonesia, menyebutnya kurang efektif dalam memberikan pemahaman dasar yang penting bagi siswa.

Apa yang Salah dengan Kurikulum Kita?

Menurut Martadi, pakar pendidikan dan Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya, masalah ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh ketidaktahuan siswa, melainkan bisa jadi karena kurikulum yang tidak berjalan efektif.

"Banyak anak-anak kita yang tidak menguasai pengetahuan umum dasar, seperti ibu kota Jawa Timur.

Pertanyaannya, apakah ini tidak diajarkan dalam kurikulum, atau diajarkan namun tidak tersampaikan dengan baik?" ujar Martadi.

Ada kemungkinan anak-anak sekarang menganggap hafalan sebagai sesuatu yang kuno.

"Mungkin saja mereka merasa, 'Kenapa harus menghafal kalau saya bisa googling?' Ini tanda bahwa kita perlu mengevaluasi metode pengajaran kita," tambahnya.

Kritik terhadap Kurikulum Merdeka

Yusuf Kalla juga mengkritik Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah.

Menurutnya, kurikulum ini justru membuat anak-anak kurang fokus belajar. Bahkan, penghapusan Ujian Nasional (UN) sebagai standar kelulusan turut menjadi sorotan.

Martadi sepakat dengan pandangan ini, ia mengatakan bahwa adopsi kurikulum dari negara lain, seperti Finlandia, perlu disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

"Kurikulum Merdeka memang mengikuti paradigma pendidikan yang banyak dianut negara maju.

Tapi kita tidak bisa mengadopsinya 100% tanpa melakukan adaptasi dengan kondisi Indonesia yang memiliki tantangan berbeda, seperti kualitas guru yang bervariasi antar daerah dan akses pendidikan yang tidak merata," jelas Martadi.

Menurutnya, kurikulum yang diterapkan di Indonesia harus berakar pada nilai-nilai keindonesiaan, dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan pembangunan lokal.

Ia percaya bahwa Indonesia punya potensi untuk menciptakan kurikulum yang unik dan relevan, namun tetap memerlukan perbaikan di berbagai aspek.

Apa Solusinya?

Melihat kasus ini, sudah jelas bahwa perubahan tidak bisa hanya terjadi di atas kertas.

Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada sistem pendidikan kita.

Kurikulum yang diterapkan harus relevan, adaptif, dan yang paling penting, mampu membekali siswa dengan pengetahuan dasar yang kuat tentang negara mereka sendiri.

Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang tanah airnya.

Mari kita semua berharap perubahan positif segera terjadi demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline8 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle9 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang10 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional12 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle13 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional14 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline14 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline16 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle17 jam lalu