Manar Hidayat Putra Subang Juara Dunia FIFAe World Cup 2024

MUDA BERPRESTASI: Budi Manar Hidayat, pria kelahiran Subang, 22 Juli 1995 saat memegang tropi juara FIFAe World Cup 2024 feat Football Manager, yang digelar di Liverpool, Inggris.
SUBANG-Indonesia mencetak sejarah baru di dunia e-sport dengan menjadi juara FIFAe World Cup 2024 feat Football Manager, yang digelar di Liverpool, Inggris, pada 1 September 2024.
Kemenangan ini diraih melalui performa gemilang dari dua atlet kebanggaan Tanah Air, Budi Manar Hidayat pria asal Subang, dan Ichsan Rahmat Taufia, kelahiran Magetan.
Dalam laga final, mereka berhasil mengalahkan perwakilan Jerman, Sven Goly dan T. Wheneett, dengan skor telak 3-0 dan 5-2.
Tidak hanya membawa pulang trofi, tim Indonesia juga berhak atas hadiah terbesar dari total USD 100 ribu (sekitar Rp 1,5 miliar).
Masing-masing pemain mengantongi hadiah sebesar USD 15 ribu (sekitar Rp 232,4 juta), seperti yang diumumkan oleh pembawa acara turnamen tersebut.
Keberhasilan ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, terutama di tengah pesatnya perkembangan dunia e-sport.
Budi Manar Hidayat, pria kelahiran Subang, 22 Juli 1995, adalah sosok yang turut membawa nama Indonesia berkibar di kancah internasional.
Meskipun baru satu bulan aktif terjun ke dunia e-sport, Manar Hidayat menunjukkan kemampuan luar biasa dalam permainan Football Manager, sebuah game simulasi manajemen sepak bola yang sangat kompetitif.
Menariknya, Manar masuk ke dunia e-sport secara tidak terduga. "Motivasi awalnya hanya coba-coba," terangnya saat dihubungi Pasundan Ekspres.
BACA JUGA: 5 Fakta Tragedi Ledakan di Garut yang Tewaskan 13 Orang saat Proses Pemusnahan Amunisi TNI
Ia bersama Ichsan lolos seleksi nasional yang diadakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berpartisipasi.
Dari 300 peserta yang mendaftar, mereka berhasil masuk ke babak kualifikasi online yang diikuti lebih dari 100 pemain, hingga akhirnya terpilih dua orang untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.
"Saya mengikuti kualifikasi yang diadakan secara terbuka, dimulai dari online, lalu offline di GBK (Gelora Bung Karno) dengan 16 peserta terbaik," jelasnya.
Proses seleksi yang ketat tidak menyurutkan semangatnya. Ia telah terbiasa bermain game simulasi, sehingga masa persiapan selama satu bulan dirasanya cukup.
"Persiapan khusus mungkin hanya sebulan, tapi main game-nya sendiri sudah lama," tambahnya.
Manar yang saat ini bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan swasta di Bandung tidak menyangka bisa menjadi juara dunia.
"Setelah ini, untuk aktivitas e-sport mungkin tidak ada yang berubah. Saya akan kembali ke kehidupan normal, bekerja seperti biasa," ungkapnya.
Perjalanan hidup Budi Manar Hidayat dimulai di Desa Tanjungsari Timur, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang.