Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dokter Tirta: Predikat Cum Laude bukan Penentu Prestasi dan Masa Depan, Empat Hal jadi Faktor Kesuksesan

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|14:32 WIB
Bagikan:
Dokter Tirta: Predikat Cum Laude bukan Penentu Prestasi dan Masa Depan, Empat Hal jadi Faktor Kesuksesan
Dokter Tirta: Predikat Cum Laude bukan Penentu Prestasi dan Masa Depan, Empat Hal jadi Faktor Kesuksesan (Image From: Screenshot/YouTube HAS Creative)

PASUNDAN EKSPRES - Dokter Tirta berbagi pendapatnya mengenai predikat cum laude. dr. Tirta Mandira Hudhi, M.B.A atau yang biasa dikenal dengan dr. Tirta merupakan seorang dokter dan pebisnis Indonesia. Ia lahir pada 30 Juli 1991.

Ia merupakan mahasiwa lulusan dokter di Universitas Gajah Mada dengan predikat cum laude. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan waktu studi hanya 1,5 tahun dan kembali meraih predikat cum laude. 

Dokter Tirta berbagi Pendapatnya mengenai Cum Laude 

Mengenai prestasinya yang tentu akan membuat iri siapa saja, dr. Tirta mengungkapkan pendapatnya tentang predikat cum laude yang didapatnya. Menurutnya cum laude bukanlah hal yang menentukan prestasi. Setiap orang boleh bermimpi. 

"Cum laude itu tidak menentukan prestasi. Presiden Wapres, lho itu bukti bahwa setiap orang boleh bermimpi," ujarnya dalam Podcast Warung Kopi bersama Praz Teguh, Senin (3/6). 

Ia juga mengungkapkan kalau IPK hanya untuk sebagai bentuk tanggung jawab kita selama kuliah kepada diri sendiri.

Menurutnya IPK akan berguna pada tiga hal, yaitu tenaga kesehatan di mana tenaga kesehatan harus menyerap ilmu agar tidak salah dalam mendiagnosa penyakit pasiennya.

BACA JUGA: Lee Jun Young Ngomong Gini ke Pyo Ye Jin Sebelum Kiss Scene di Drama Dreaming of Cinde Fxxxing Rella

BACA JUGA: Jungkook Rilis Lagu Baru sebagai Hadiah FESTA 2024, Berjudul Never Let Go

Lalu, yang kedua adalah dosen, guru, pengajar, karena mereka akan memberikan ilmu yang sudah mereka pelajari. Kemudian, peneliti. Sementara yang lainnya, seperti arsiter atau akuntan, mereka diperluka pengalaman atau experience. 

"IPK, tuh relate kalau tiga hal. Satu tenaga kesehatan karena, kan, ya dia menyerap ilmu. Terus kalau dia mendiagnosa penyakit berarti harus ilmunya terserap dengan baik. Kalau IPK-nya buruk, berarti diagnosanya rentan. Yang nomor dua, dosen, guru, pengajar, karena dia menularkan ilmu. Ketiga peneliti karena dia, kan ya hobinya meneliti hal yang baru, publish jurnal," jelasnya. 

Selain itu, dr. Tirta juga menyebutkan bahwa faktor kesuksesan terpenting itu ada empat hal. Pertama adalah networking, kedua adalah channel pekerjaan, ketiga privilage, keempat keberuntungan.

Sementara IPK berada di urutan lain. Ia mengungkapkan bahwa jika IPK bernilai 3,9, tapi pemilik IPK tersebut jarang keluar rumah atau bahkan tidak memiliki relasinya, itu tidak berguna sama sekali. 

dr. Tirta mengatakan bahwa privilage sangat penting seperti dirinya yang bisa lulus di ITB karena kedua orang tuanya yang merupakan mantan dosen. 

"Aku, tuh bisa jadi dokter terus S2-nya di ITB juga cum laude karena bapak ibuku mantan dosen," ucapnya. 

(ipa)

Berita Terbaru

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat57 menit lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional1 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional8 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline13 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta13 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle14 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle16 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional16 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle16 jam lalu