Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

33 Tahun jadi Honorer di Subang, Wangsih Akhirnya Jadi P3K

D
Dadan RamdanEditor: Dede
|05:22 WIB
Bagikan:
33 Tahun jadi Honorer di Subang, Wangsih Akhirnya Jadi P3K
Wangsih SPd saat mengajar matematika (berhitung) di kelas 3 SDN Pangsor Kecamatan Pagaden Barat, Rabu (26/11/2025).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Konsisten dalam menjalankan tugas mengabdi menjadi guru honorer selama tiga puluh tahunan dijalani dengan penuh rasa tanggungjawab, dedikasi yang tinggi dan tak kenal lelah. Mendidik anak anak sekolah dasar, agar pandai membaca, menulis dan menghitung (Calistung).

Dialah salah satu pahlawan tanpa tanda jasa di Hari Guru Nasional ini, Wangsih SPd mengajar di SDN Pangsor sejak tahun 1992 sebagai guru honorer, jadi hingga saat ini sudah sekitar 33 tahunan.

Lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) tahun 1989, dan lulus di STKIP (sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan) tahun 2012 ini, terus berjalan meski sempat berhenti kemudian melanjutkan kembali mengabdi mengajar menjadi honorer di SDN Pangsor, hingga akhirnya perjuangan tak kenal menyerah dan lelah itu berbuah hasil, diangkat menjadi P3K tahun 2022.

"Saya mulai mengajar tahun 1992, tekad menjadi pendidik
karena pada dasarnya saya suka dengan anak - anak, saya ingin mendidik dan mengajar anak - anak supaya lebih pintar, bisa membaca, menulis dan berhitung," kata Wangsih saat ditemui Pasundan Ekspres di sekolah tempat ia mengajar.

Dikatakannya, sebuah contoh saja, pada kelas bawah anak - anak yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung, tentu tak mudah untuk menjadi paham dan bisa, harus sabar, seperti mendidik anak sendiri.

"Mereka yang kelas bawah kan biasanya belum lancar membacanya, seperti saya ini kan ngajar di kelas 3, kita dampingi dan latih secara terus menerus sampai akhirnya mereka bisa Calistung, itu adalah kebanggaan dan kebahagian tersendiri," tuturnya.

Perjalanan sekitar puluhan tahun dilaluinya tak terasa sudah 33 tahun, suka dan duka pun kerap menghampiri, tetapi tak membuat surut semangat, tetap mengabdi, mengajar, mendidik anak anak, bukan hanya soal akademik saja, tetapi membangun karakter mereka menjadi anak yang soleh, sopan santun dan berbakti kepada orang tuanya.

"Saya kira menjadi pendidik itu kan bukan hanya bikin anak pintar, tapi juga karakter mereka juga harus dibangun, menjadi anak yang cerdas, sehat dan soleh," imbuhnya.

Selanjutnya, meskipun menjadi guru honorer, tetapi dirinya merasa disamakan dengan guru yang PNS, tidak dibedakan untuk fasilitas di sekolah sama saja punya hak
dan tanggungjawab yang sama.

Namun dibalik itu , ada perbedaan dalam segi finansial (gaji) mungkin kurang, selama honorer dari tahun 1992 sampai sekarang. Pernah ikuti tes cpns namun tidak lolos karena kuota kebutuhan saat itu. Kemudian baru tahun 2022an diangkat jadi PPPK.

"Ya seperti itu suka dukanya, tapi tetap dijalani, hingga akhirnya jadi P3K, syukur alhamdulillah," ujar Wangsih SPd alumnus STIKIP Subang.

Momentum di Hari Guru Nasional ini, harapannya ingin menambah ilmu dan mengembangkannya di dalam kelas (kegiatan belajar mengajar) kepada peserta didik.

Lebih banyak diadakan pelatihan - pelatihan untuk guru, agar lebih dapat memajukkan pembelajaran di sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran untuk mencapai kualitas pendidikan yang paripurna.

Wangsih Ibu tiga anak ini, juga berhasil mendidik anak anaknya, anaknya yang ketiga masuk Poltek Kes Bandung baru lulus tahun ini dan anak kedua yang lain sudah berkeluarga, anak keduanya alumni IKIP Bandung dan mengajar di sekolah di Bandung.(dan/ded)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional2 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional2 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang4 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat4 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang5 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle6 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle7 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle7 jam lalu