Berikan Yang Terbaik PKM Binong di Subang Tingkatkan Layanan Paripurna

PASUNDANEKSPRES.ID - Puskesmas Binong terus berupaya meningkatkan layanan medik untuk masyarakat Kecamatan Binong. Hal tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarat melalui kegiatan preventif dan promotif.
Kepala PKM Binong dr. Wahyuni menyampaikan bahwa pelayanan di Puskesmas Binong terus ditingkatkan dari segi kualitas dan kenyamanan pelayanan melalui faskes ataupun tenaga medis seperti dokter, perawat,apoteker, ahli gizi dan kebidanan.
"Alhamdulillah jumlah kunjungan meningkat per 1 Januari 2026 pasien mencapai 110 orang. Kalau dirata ratakan per haru pasien di atas 50 orang dan Sabtu mencapai 67 orang. Hari Senin sekarang apalagi meningkat tajam mencapai 150 orang," kata dr. Wahyuni kepada Pasundan Ekspres.
Dari sekian ratus atau sekian puluh pasien yang berkunjung di tangani oleh 5 klaster dengan masing masing klaster sebagai penanggungjawab layanan mediknya.
Untuk klaster 1 hanya mengurus management, klaster 2 melayani ibu hamil, persalinan, nifas, bayi, balita, kesehatan sekolah dan remaja.
Sementara untuk klaster 3 melayani kesehatan orang dewasa dan lansia. Klaster 4 melayani surveilance dan penyakit menular dan lintas klaster.
Dari klaster klaster itu umumnya keluhan pasien terkait kesehatan infeksi saluran pernapasan atas dan Gastritit atau nyeri ulu hati.
"Setiap pasien punya keluhan berbeda sesuai klaster yang menanganinya, tetapi umumnya keluhan pasien berkaitan dengan saluran napas atas dan Gratritis, disamping keluhan kesehatan lainnya," imbuhnya.
Selain layanan medik langsun di PKM, layanan promotif juga terus dilakukan melalui kader posyandu atau kader kesehatan yang ada di desa desa.
Promotif adalah layanan semacam penyuluhan kesehatan kepada masyarakat yang dilaksanakan di bale desa atau di Posyandu.
Penyuluhan kesehatan yang dimaksud seperti PHBS (prilaku hidup bersih dan sehat), pencegahan soal DBD dengan pola 3M, kesehatan balita dan ibu hamil dan lain sebagainya.
"Jadi promotif itu sebagai tindakan penyuluhan pengetahuan dan pencegahan penyakit masyarakat, agar masyarakat tahu dan bisa memelihara kesehatan nya secara mandiri," tukasnya.(dan/ded)
