BPBD Subang Kaji Pohon Rentan Tumbang

PASUNDANEKSPRES.ID - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Subang dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran baru.
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Rabu (22/10). Insiden itu menimpa mobil pikap pengangkut nanas dan menewaskan dua orang.
Melihat potensi kejadian serupa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang berencana mengkaji jumlah pohon tua yang rentan tumbang di wilayahnya.
“Kalau didata, mungkin terdapat ratusan pohon tua dan rapuh yang berpotensi tumbang se-Kabupaten Subang,” ujar Udin Jazudin, Kepala BPBD Subang kepada Pasundan Ekspres.
Udin mengatakan, pihaknya akan mendata dan mengkaji lebih lanjut kondisi pohon-pohon milik pemerintah daerah yang dinilai sudah rapuh dan berisiko tumbang.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua pohon di ruang publik merupakan aset Pemda Subang.
“Kita akan kaji dulu, sebab tidak semua pohon merupakan aset Pemda. Ada juga yang milik PUPR Provinsi dan PTP,” jelasnya.
Menurut Udin, BPBD tidak memiliki kewenangan untuk menindak pohon di luar aset Pemda tanpa izin dari instansi terkait.
“Di luar aset Pemda, kami tidak punya wewenang kecuali ada persetujuan dari pihak Pemprov ataupun PTP,” ujarnya.
Meski demikian, Pemda tetap berkomitmen melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang menjadi tanggung jawabnya, terutama yang berlokasi di jalan utama dan kawasan padat aktivitas.
“Perlu diawasi dan dipelihara kalau memang masih hidup pohonnya,” kata Udin menegaskan.
BPBD berharap masyarakat juga waspada terhadap potensi bahaya saat cuaca ekstrem, terutama di sekitar area dengan banyak pepohonan besar.(fsh/ded)
