Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Desa Kasomalang Kulon Subang Kembangkan Potensi Wisata

H
Hadi MartadinataEditor: Dede
|06:30 WIB
Bagikan:
Desa Kasomalang Kulon Subang Kembangkan Potensi Wisata
Desa Kasomalang Kulon meraih juara 2 Desa Wisata se-Kabupaten Subang.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Desa Kasomalang Kulon di Kecamatan Kasomalang menegaskan langkahnya menjadi desa wisata unggulan Subang Selatan dengan mengembangkan potensi sejarah, alam, dan budaya sebagai daya tarik utama.

Desa ini mulai ditetapkan sebagai desa wisata pada 2019 bersama 15 desa lain di wilayah Cupunagara. Sejak itu, pengembangan sektor pariwisata terus digenjot, termasuk peresmian Sumber Mata Air Cimutan oleh Wakil Bupati Subang saat itu, Agus Masykur, pada 12 Agustus 2019. Ikon wisata tersebut menjadi pintu masuk Kasomalang Kulon untuk dikenal lebih luas sebagai destinasi berbasis alam dan sejarah.

Kepala Desa Kasomalang Kulon, H. Amir, menyebut potensi wisata desa tidak hanya bertumpu pada pesona alam, tetapi juga kekayaan situs peninggalan kolonial Belanda.

“Daya tarik di Desa Wisata Kasomalang Kulon yang pertama adalah adanya cagar peninggalan Belanda,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (25/11/2025).

Salah satu bangunan bersejarah yang masih terjaga adalah Gedung Sinder, dulu pusat administrasi perkebunan pada masa kolonial. Kini gedung itu menjadi pusat kegiatan warga, mulai dari komunitas seni, UMKM, hingga kegiatan sosial.

Kasomalang Kulon juga memiliki peninggalan P&T Land berupa bekas pabrik teh yang dulu menjadi pusat produksi dan administrasi. Selain bangunan, sejumlah tanaman khas Subang ternyata merupakan warisan kolonial.

“Tanaman-tanaman yang dibawa Belanda salah satunya nanas. Dulu ditanam hanya sebagai pagar, tapi kini menjadi unggulan Subang,” jelas H. Amir.

Selain nanas, tanaman Sinyoh dan Hanjuang juga menjadi bagian identitas desa. Sejarah ini menurutnya memperkaya karakter desa wisata.

Kasomalang Kulon juga tengah menata curug baru yang sedang dalam tahap pembangunan akses dan penataan lingkungan.

“Curug sudah mulai dirintis. Baru kita buat jalan dan penataan lingkungannya, belum dibuka untuk publik,” katanya.

Curug ini diproyeksikan menjadi destinasi berikutnya setelah Cimutan, dengan konsep berkelanjutan agar tidak merusak ekologi.

Desa juga mengembangkan Lapang Gelora Sauyunan sebagai pusat kegiatan warga dan event budaya, dengan target peningkatan fasilitas berskala internasional.

Namun ambisi pengembangan desa terhambat pemotongan dana desa tahun depan. Sebanyak 63 persen dialokasikan untuk KAMU (Kemiskinan, Anak Stunting, Urusan Mendesak), sehingga pembangunan hanya bisa mengandalkan 47 persen.

“Dana desa tahun depan sudah dipotong dan hanya tersisa 47 persen. Itu tidak akan cukup,” tegasnya.

Sebagai acuan estetika, desa menjadikan Lembur Pakuan sebagai rujukan penataan lingkungan berbasis etnik Sunda.“Estetika Jabarnya, etniknya itu kena,” ucap Amir.

H. Amir menegaskan konsep pengembangan desa diarahkan pada Subang Smartpolitan, yaitu pembangunan modern berbasis desa namun bercita rasa perkotaan.

“Pengemasannya semuanya di desa tapi terasa di kota. Marketingnya lebih elegan,” katanya.

Produk lokal seperti keripik, deblo, dan singkong akan dikemas secara modern untuk meningkatkan daya saing.

Partisipasi masyarakat menjadi kunci. Pokdarwis aktif mengelola wisata, dan tahun depan desa menyiapkan lebih dari 250 rumah warga sebagai homestay untuk menyambut kedatangan perwakilan dosen dari seluruh Indonesia.

“Dengan adanya ini ekonomi masyarakat bisa meningkat,” ujar H. Amir.

Dengan kombinasi sejarah, alam, dan kesiapan masyarakat, Kasomalang Kulon semakin percaya diri naik kelas sebagai desa wisata unggulan Subang Selatan meski tantangan anggaran masih menghadang.(hdi/ded)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional16 menit lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional18 menit lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional21 menit lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline26 menit lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang2 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat2 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang2 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle3 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle4 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle5 jam lalu